Air Baku Berbau Dan Bercacing,Komisi II DPRD Kota Bekasi Pertanyakan pengelolaan Water Treatment PDAM Tirta Patriot

Air Baku Berbau Dan Bercacing,Komisi II DPRD Kota Bekasi Pertanyakan pengelolaan Water Treatment PDAM Tirta Patriotby adminon.Air Baku Berbau Dan Bercacing,Komisi II DPRD Kota Bekasi Pertanyakan pengelolaan Water Treatment PDAM Tirta PatriotBekasi – Ketersediaan pasokan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot kota Bekasi selama ini hanya mengandalkan dari sumber air dari kali Bekasi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup masyarakat harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi. Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Sihar mengatakan, persoalan keruh, kotor dan baunya serta bercacing air minum […]

Bekasi – Ketersediaan pasokan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot kota Bekasi selama ini hanya mengandalkan dari sumber air dari kali Bekasi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup masyarakat harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Sihar mengatakan, persoalan keruh, kotor dan baunya serta bercacing air minum PDAM yang dikeluhkan warga di kawasan Bekasi Utara perlunya investigasi lebih mendalam dan konfrehensif, apakah sumber air baku tercemar atau sebaliknya pengelolaan Water Treatment di PDAM tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Perusahaan PDAM dengan melakukan sistem water treatment, atau apakah PDAM hanya pemompaan air kali bekasi yang langsung di distribusikan kepada pelanggan? Kita belum tahu, mesti di survey dan investigasi mendetail karena ini menyangkut kesehatan ratusan ribu masyarakat,” ucap Sihar saat ditemui di ruangan Komisi II DPRD Kota Bekasi, usai melakukan sidak di bendungaan kali Bekasi, selasa (26/9/2017).

PDAM, menurut politisi Hanura memiliki laboratorium untuk menguji mutu air, masih diambang batas normal, tetapi masyarakat pelanggan tidak bisa nyaman menggunakan, bahkan tidak bisa dipakai mandi.

“Untuk itu, Komisi II merasa perlu mengetest mutu air nya di laboratorium Sucofindo, yang lebih kompeten,” kata Sihar.

Perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan dan mutu air munum sebagai kebutuhan dasar manusia hendaknya juga harus menjadi fokus perhatian.

Kota Bekasi yang kini semakin maju dan terus berkembang menjadi kota megapolitan seiring berjalan harus dibarengi dengan pelayanan prima bagi penduduknya yang kini mencapai 2,6 juta jiwa. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.