Andi Salim: Saya Menuntut Kebenaran dan Keadilan

Andi Salim: Saya Menuntut Kebenaran dan Keadilanby adminon.Andi Salim: Saya Menuntut Kebenaran dan KeadilanBekasi– Sidang perdata gugatan legalitas perkawinan antara Andi Iswanto Salim melawan tergugat Ersih Lukminta kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Rabu (7/10/2015). Meski perkara yang sebelumnya sudah mendapatkan ketetapan hukum yang tetap (Inkracht) dari Mahkamah Agung digugat kembali oleh Andi Salim. Menurut Andi Salim ketika dimintai pendapatnya usai sidang mengatakan, dirinya tetap memperjuangkan kebenaran […]

Bekasi– Sidang perdata gugatan legalitas perkawinan antara Andi Iswanto Salim melawan tergugat Ersih Lukminta kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Rabu (7/10/2015). Meski perkara yang sebelumnya sudah mendapatkan ketetapan hukum yang tetap (Inkracht) dari Mahkamah Agung digugat kembali oleh Andi Salim.

Andi Salim: Saya Menuntut Kebenaran dan Keadilan

Andi Salim: Saya Menuntut Kebenaran dan Keadilan

Menurut Andi Salim ketika dimintai pendapatnya usai sidang mengatakan, dirinya tetap memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas perkara yang sedang dia jalani. Keputusan mengugat Ersih Lukminta di PN Bekasi karena dirinya yakin bukti materiil yang dia miliki merupakan fakta kebenaran yang harus diperjuangkan bahwa mereka adalah pasangan suami istri (pasutri).

“Saya bukan membicarakan tentang hukum tetapi fakta bahwa ada perkawinan yang sah berdasarkan bukti – bukti materil yang saya miliki. Dan ada para pihak yang sengaja mengaburkan fakta- fakta kebenaran sebuah perkawinan demi sebuah kemenangan. Disini saya memperjuangkan fakta kebenaran dan keadilan, bukan sebuah kemenangan,” dalih Andi.

Kepada majelis hakim dan lawyer Andi menyatakan dirinya tidak mengejar kemenangan, dikatakannya, aset yang saat ini dikuasai oleh Ersih Lukminta tidak menjadi hal yang menjadi tujuan utamanya, dirinya hanya membuktikan kebenaran agar tergugat dan anak – anaknya mengakui adanya kebenaran kalau dia dan Ersih Lukminta adalah pasangan suami istri dan anak –anak mereka itu adalah buah dari perkawinan mereka selama 20 tahun.

“Selama harta itu terbagi dan menjadi hak anak –anaknya, dirinya akan mencabut perkara ini.Saya hanya meminta agar mereka mengakui kebenaran dan hati nurani mereka berbicara bahwa ada sebuah perkawinan yang sakral,” tegasnya.

Disinggung soal sudah adanya keputusan hukum tetap atas perkara yang sama, Andi Salim mengaku dirinya tetap menempuh upaya Pengajuan Kembali (PK) yang sudah inkracht itu.

“Terlebih saya sudah bebas, kata Andi yang sudah menjalani hukuman selama 1 tahun atas kasus pidana penggelapan aset milik Ersih Lukminta lalu.

Sementara menurut kuasa hukum tergugat, Maryanto Samosir, SH persidangan kali ini masih seperti kasus yang sudah dipersidangkan sebelumnya baik itu subyek perkara, obyek perkara dan bukti – bukti.

Fakta kebenaran yang diklaim Andi Salim dalam gugatan diantaranya, bahwa dia dan istrinya, Ersih Lukminta pernah tinggal dan hidup bersama yang disahkan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tahun 1992.

“Proses pendaftaran perkawinannya di kantor Catatan Sipil pada waktu itu sudah saya tempuh, namun karena kesibukan saya dan proses yang lama, maka akta nikah tersebut belum terbit. Tapi fakta dan dokumen materiil yang saya miliki merupakan fakta kebenaran adanya ikatan perkawinan,” katanya yakin.

Sementara itu, tergugat Ersih Lukminto, mengaku bahwa perkara yang saat ini digugat oleh Andi Iswanto Salim, sudah terbantahkan secara hukum bahwa dirinya dan Andi bukan pasangan suami istri (Pasutri) yang sah sesuai keputusan hukum tetap (inkracht), yaitu Penetapan PN Bekasi No.92/PDT.P/1998/PN.BKS yang menyatakan Ersih adalah orang tua tunggal dari ke 3 anaknya Stella, Gabriella dan Adeline.

“Perlu saya tekankan bahwa perkara pidana saya sudah inkracht dan semua asset milik saya dikembalikan kepada saya yang dibeli dengan uang saya sendiri, jadi saya mempertanyakan dasar hukumnya kenapa Andi Salim melakukan gugatan lagi di PN Bekasi,” aku Ersih.

Ia pun menegaskan selama persidangan sebelumnya , Andi Salim tidak mampu menunjukkan akta nikah dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.”Bukti yang dia miliki itu, sudah menjadi bukti yang dipersidangkan dalam keputusan hakim yang tetap di Mahkamah Agung, kecuali jika dia memiliki bukti baru,” katanya heran kenapa Andi Salim tetap menggugatnya.(RED)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.