Bekasi Butuh Teknologi Modern Untuk Penanganan Sampah

Bekasi Butuh Teknologi Modern Untuk Penanganan Sampahby adminon.Bekasi Butuh Teknologi Modern Untuk Penanganan SampahBekasi – Permasalahan lingkungan yang sampai saat ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia adalah sampah. Sampah yang tidak terurus dengan baik akan menyebabkan masalah yang tidak ada putus-putusnya, Seperti halnya Kota Bekasi yang memiliki 12 kecamatan dengan jumlah penduduk pada mencapai 2.084.000 dan belum termasuk penduduk sementara kota ini yang tidak hanya dijadikan wilayah […]

Bekasi – Permasalahan lingkungan yang sampai saat ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia adalah sampah. Sampah yang tidak terurus dengan baik akan menyebabkan masalah yang tidak ada putus-putusnya, Seperti halnya Kota Bekasi yang memiliki 12 kecamatan dengan jumlah penduduk pada mencapai 2.084.000 dan belum termasuk penduduk sementara kota ini yang tidak hanya dijadikan wilayah pemukiman tapi juga kota perdagangan, jasa dan industri menyebabkan masalah sampah menjadi persoalan utama.

Bekasi Butuh Teknologi Canggih Modern Untuk  Penanganan Sampah

Bekasi Butuh Teknologi Canggih Modern Untuk Penanganan Sampah

Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Junaedi, mengakui minimnya pengelolaan sampah di TPA Sumurbatu akibat keterbatasan anggaran.

Ia mengatakan, daya tampung TPA itu juga sangat terbatas dibanding volume sampah warga Kota Bekasi. Namun ke depan, katanya, pihaknya terus berupaya meningkatkan pengelolaan dan pengolahan sampah di lokasi seluas 12,5 hektare itu.Volume sampah masyarakat Kota Bekasi, ujarnya, rata-rata 7.500 meter kubik atau sekitar 1.700 ton setiap hari.

Junaedi mengakui, hingga saat ini belum ada pengolahan sampah di TPA Sumurbatu. Bahkan, katanya, pihaknya akan terus terkendala terkait TPA yang luasnya saat ini hanya 12,5 hektare.

“Sepanjanag tidak ada pengolahan sampah, seberapa luas pun TPA pasti akan penuh sampah. Karena itu, ke depan penerapan teknologi mau tidak mau harus dilakukan dengan cara teknologi modern melalui sistem insinerasi atau insinerator (pembakaran),” ujarnya.

Namun untuk pengadaan teknologi itu, diakui membutuhkan dana besar yang sulit dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Bekasi. Ia berharap kedepannya Pemerintah Kota Bekasi berencana meningkatkan penyediaan sarana prasarana pengolahan sampah Penambahan, penambahan jumlah armada truk sampah dan koordinasi dengan pihak swasta untuk menerapkan teknologi menyelesaikan persoalan sampah.

“Idealnya Kota Bekasi memiliki 240 truk pengangkut sampah supaya semua sampah yang dihasilkan warga setiap hari dapat terangkut, penambahan armada tersebut dapat meminimalkan tumpukan sampah di lahan-lahan yang bukan peruntukannya atau lebih dikenal dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dan semoga wacana pengibahan truk sampa DKI jakarta bisa mengurangi permasalahan sampah diKota Bekasi,” tamba Junaedi.(JAR)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.