Bekasi Expo 2017 Banyak Di keluhkan Warga bekasi

Bekasi Expo 2017 Banyak Di keluhkan Warga bekasiby adminon.Bekasi Expo 2017 Banyak Di keluhkan Warga bekasiBekasi – untuk yang kesekian kalinya  Kota Bekasi mengelar Gelaran Bekasi Expo 2017 tetapi ada hal yang tidak biasa yaitu sepi pengunjung dan realitas itu menjadi bahan perbincangan warga masyarakat, termasuk di jejaring media sosial. Keluhan panjang pun dikemukakan para penghuni stand.   Apa boleh buat, Bekasi Expo 2017 yang digelar tanggal 11 – 19 […]

Bekasi – untuk yang kesekian kalinya  Kota Bekasi mengelar Gelaran Bekasi Expo 2017 tetapi ada hal yang tidak biasa yaitu sepi pengunjung dan realitas itu menjadi bahan perbincangan warga masyarakat, termasuk di jejaring media sosial. Keluhan panjang pun dikemukakan para penghuni stand.

Bekasi Expo 2017 Banyak Di keluhkan Warga bekasi

 

Apa boleh buat, Bekasi Expo 2017 yang digelar tanggal 11 – 19 Maret, dan semestinya menjadi pamuncak HUT Kota Bekasi ke – 20  justru anti klimak, bahkan kalah dengan acara-acara yang digelar langsung oleh dinas-dinas dan tingkat kecamatan.

Keluhan serupa dikemukakan para penggiat seni Kota Bekasi. Melalui jejaring sosial, para penggiat seni menilai penyelenggara tidak peduli dengan potensi seni yang ada dan berkembang di Kota Bekasi.

“Kita sudah menjadikan pameran pembangunan atau sekarang dikenal dengan Bekasi Expo sebagai salah satu ajang mengekspresikan bermusik, kita senang-senang saja meski dari sisi honorarium jauh dibawah perform reguler, tapi ini kan kota kita jadi rasanya asyik-asyik saja, tapi tahun ini boro-boro perform, informasikan pun tidak ada,” ujar beberapa pemusik Kota Bekasi.

Sementara itu sesuai pemantauan Rabu 15 Maret 2015, komunitas band republik indie yang mengisi acara berteriak lewat pengeras minta minum.

Menurut mereka, untuk perform tidak dibayar sama sekali dan air pun tidak tersedia secara layak. Bahkan, beredar juga informasi bahwa beberapa komunitas musik yang perform justru ditarik biaya registrasi.

Keluhan serupa muncul dari para penyewa stand lainnya. Tingkat kunjungan tidak sebanding dengan harga lapak yang cukup mahal.

“Harga lapak melalui jalur UKM di kenakan Rp.6 juta, untuk brand produk mencapai Rp17,5 juta, tapi pengunjungnya sepi begini,” ujar seorang penghuni lapak UKM.

Salah satu warga Kota Bekasi Intan yang telah mengunjungi pameran expo mengatakan ” Pameran ini terkesan asal – asalan dan sepi pengunjung ini menandakan tidak ada perkembangan dan lebih baik anggaran ini di alokasikan ke tempat yang bermanfaat ujar dengan nada kesal..

Intan juga katakan sebaik Dinas Disperindagkop evaluasi kegiatan expo Setiap tahunya..

Terpisah, di jejaring sosial,  warga kota Bekasi menyoroti soal minimnya sosialisasi, bahkan beberapa jurnalis senior turut berkomentar sama sekali tidak tahu adanya Bekasi Expo.

Kritiklainnya menyagkut mahalnya harga stand dan lokasi expo yang tidak merepresentasikan varian sosial warga kota Bekasi.

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.