Beritikad Baik, Direktur PT Karya Telindo Meminta Keadilan dari Hakim di PN Bekasi

Beritikad Baik, Direktur PT Karya Telindo Meminta Keadilan dari Hakim di PN Bekasiby adminon.Beritikad Baik, Direktur PT Karya Telindo Meminta Keadilan dari Hakim di PN BekasiBekasi – Rabu (24/04/19) untuk ke dua kalinya Sidang Direktur PT Karya Telindo Nusantara (PT KTN)  R Azhari SH MH yang juga seorang Advokat dengan agenda pembacaan Eksepsi digelar di Pemgadilan Negeri Bekasi. terdakwa kasus dugaan pemalsuan akta R. Azhari meminta keadilan dari hakim. Menurutnya, hakim adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk keadilan di dunia ini. […]

Bekasi – Rabu (24/04/19) untuk ke dua kalinya Sidang Direktur PT Karya Telindo Nusantara (PT KTN)  R Azhari SH MH yang juga seorang Advokat dengan agenda pembacaan Eksepsi digelar di Pemgadilan Negeri Bekasi.

Foto : Beritikad Baik, Direktur PT Karya Telindo Meminta Keadilan dari Hakim di PN Bekasi

terdakwa kasus dugaan pemalsuan akta R. Azhari meminta keadilan dari hakim. Menurutnya, hakim adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk keadilan di dunia ini.

“Saya merasa sudah beritikad baik, saya berharap putusan yang seadil-adilnya,” ungkap Azhari usai agenda pembacaan eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dalam sidang ia pun menyampaikan tambahan alat bukti berupa surat dan saksi-saksi untuk mendukung Eksepsi Kompetensi Relatif yang diajukan.

Azhari mengatakan, dari seluruh bukti yang disampaikan menjadikan jelas bahwa perkara yang didakwakan padanya tidak ada yang terjadi di wilayah hukum Bekasi.

Ia juga mengaku telah melayangkan surat kepada Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung agar melakukan pantauan dan pengawasan terhadap proses persidangan.

“Saya ingin agar pada persidangan berikutnya dihadirkan utusan dari Komisi Yudisial atau Mahkamah Agung,” harapnya.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan pada hari Senin tanggal 6 Mei 2019 dengan agenda sidang putusan sela.

Direktur PT. Karya Telindo Nusantara (PT KTN) ini menegaskan kembali bagaimana kasus yang sedang menjeratnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan Bekasi.

Menurutnya, masih menjadi tanda tanya besar hubungan majelis hakim ini dengan PT. Nexcom Indonesia yang menjadi dalang kriminalisasi terhadap dirinya selaku Direktur PT. KTN. Dimana PT. KTN menagih piutang yang menagih piutang kepada PT. Nexcom Indonesia.

“Mengapa oknum penyidik di Polda Metro Jaya bersikeras membawa kasus ini ke PN Bekasi walau Biro Pengawaan Penyidikan Mabes Polri telah meminta untuk tidak melanjutkan penyidikan perkara ini,” ungkap Azhari.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.