Bina Marga enggan Bicara Soal Jembatan Kemang yang Molor

Bina Marga enggan Bicara Soal Jembatan Kemang yang Molorby adminon.Bina Marga enggan Bicara Soal Jembatan Kemang yang MolorBekasi – Pembangunan jembatan Kemang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang memakan anggaran sebesar Rp 11,6 Miliar diduga molor. Hal itu terlihat dari informasi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP). Lembaga tersebut mencatat bahwa pengerjan jembatan seharusnya rampung pada pada bulan Oktober 2018 lalu. Namun sampai saat ini pembangunan jembatan Kemang tak kunjung […]

Bekasi – Pembangunan jembatan Kemang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang memakan anggaran sebesar Rp 11,6 Miliar diduga molor. Hal itu terlihat dari informasi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP). Lembaga tersebut mencatat bahwa pengerjan jembatan seharusnya rampung pada pada bulan Oktober 2018 lalu.

Foto : Bina Marga enggan Bicara Soal Jembatan Kemang yang Molor

Namun sampai saat ini pembangunan jembatan Kemang tak kunjung selesai. Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Dicky dengan singkat mengatakan, pembangunan jembatan itu masih dalam proses tahap dua.

“Saya mau keluar dulu sama tamu. Jadi tentang jembatan kemang tanyakan saja ke Kepala Bidang Bina Marga, Broto (Widayat Subroto) ruangannya di depan. Saya cuma bagian perencanaan,” ucap dia sambil bergegas pergi, kemarin (9/11).

Saat ditemui oleh ke ruangan Broto, dirinya tidak berada di kantor. Menurut para karyawannya di sana Broto sedang keluar dan belum kembali ke kantor.

Disisi itu, saat ditanyakan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang Bidang Bina Marga DBMSDA tak ada satupun yang berani angkat bicara soal lanjutan pembangunan jembatan Kemang.

Adapun usaha lainnya dilakukan konfirmasi melalui telepon seluler, Broto tidak menjawab pesan dan memilih untuk bungkam.

“Bapaknya sedang keluar dan belum tahu balik lagi ke kantor atau tidak, saya tidak bisa menentukan. Paling konfirmasi ke bapak aja, kita engga berani jawab takut salah,” ungkap ASN DMBSDA.

Disamping itu, hasil peninjauan di lapangan seorang pengendara mobil yakni Deri (44) cukup kesal atas pekerjaan jembatan Pemerintah Kota Bekasi yang lambat.

Akibatnya hampir setiap hari di sekitaran pembangunan jembatan Kemang terjadi kemacetan. Sebab mau tidak mau akses jalan di lokasi pembangunan tersebut dirubah menjadi sistem buka tutup jalan alias bergiliran arah.

Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat dan juga kualitas yang tepat sesuai anggaran yang dikeluarkan.

“Biasanya separah-parahnya kemacetan paling padat merayap saja. Sekarang jadi lama, kita harus nunggu dulu bergiliran. Kita berharap sih bisa cepat selesai biar tidak menganggu perjalanan, apalagi kalau yang buru-buru jadi terhambat,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.