Dinkes Bekasi Benarkan Tiga RS Swasta Jadi Tempat Peredaran Vaksin Palsu

Dinkes Bekasi Benarkan Tiga RS Swasta Jadi Tempat Peredaran Vaksin Palsuby adminon.Dinkes Bekasi Benarkan Tiga RS Swasta Jadi Tempat Peredaran Vaksin PalsuBekasi –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi membenarkan bahwa tiga rumah sakit yang ada di kota itu menjadi tempat peredaran vaksin palsu, diantaranya RS St Elisabeth di Narogong, RS Permata, dan RS Hosana Medika. Seketaris Dinkes Kota Bekasi, Drg Tetty Manurung, MSi, mengatakan sanksi terhadap rumah sakit itu sepenuhnya akan diserahkan kepada penegak hukum. Tetty […]

Bekasi –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi membenarkan bahwa tiga rumah sakit yang ada di kota itu menjadi tempat peredaran vaksin palsu, diantaranya RS St Elisabeth di Narogong, RS Permata, dan RS Hosana Medika.

Dinkes Bekasi Benarkan Tiga RS Swasta Jadi Tempat Peredaran Vaksin Palsu

Dinkes Bekasi Benarkan Tiga RS Swasta Jadi Tempat Peredaran Vaksin Palsu

Seketaris Dinkes Kota Bekasi, Drg Tetty Manurung, MSi, mengatakan sanksi terhadap rumah sakit itu sepenuhnya akan diserahkan kepada penegak hukum.

Tetty menuturkan, sejak mencuatnya kasus vaksin palsu, tim Dinkes langsung terjun ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran vaksin palsu. Namun, dari sidak pertama itu, Dinkes belum menemukan adanya vaksin palsu, baik secara fisik maupun dari faktur-faktur pembelian.

Dinas kemudian membentuk tim satuan tugas untuk meneliti lagi keberadaan vaksin palsu. “Tim satgas secara diam-diam sejak 23 Juni 2016 memantau beberapa RS, Puskesmas, Klinik praktek bidan swasta, dokter swasta, dan apotek. Ditambah masukan dari beberapa temuan yang kami pantau dari Bareskrim dan Kemenkes, gerakan kami lebih semangat lagi,” ucap Tetty usai konprensi pers di kantor Wali Kota Bekasi Jumat, (15/7).

Dinas curiga saat sidak ke RS Hosana Medika pada 24-26 Juni lalu lantaran ditemukan pembelian vaksin dari distributor tidak resmi melalui faktur-faktur pembeliannya. Hal tersebut belum diumumkan kepada publik karena menunggu pengumuman resmi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

Dinas lalu membuat surat edaran tentang kewaspadaan terhadap vaksin palsu. Puskesmas diinstruksikan melakukan sosialisasi terhadap vaksin. Dinas juga menelusuri sejak kapan rumah sakit tersebut memesan vaksin dari distributor tidak resmi, siapa saja konsumennya, dan siapa bayi atau anak yang sudah divaksinasi. Selanjutnya Dinas membuat teguran dan pemanggilan terhadap RS tersebut.

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.