Dishub Kota Bekasi Kembali Rekayasa Lalin, Jembatan 6 Kalimalang Akan Ditutup

Dishub Kota Bekasi Kembali Rekayasa Lalin, Jembatan 6 Kalimalang Akan Ditutupby adminon.Dishub Kota Bekasi Kembali Rekayasa Lalin, Jembatan 6 Kalimalang Akan DitutupBekasi– Dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan tol Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan menutup fungsional Jembatan 6 Kalimalang, mulai Sabtu 6 Oktober 2018 hingga tiga bulan kedepan. Kebijakan itu diambil lantaran ada pemasangan pilket dan penghancuran pier pada jembatan yang semula biasa digunakan untuk putaran kendaraan […]

Bekasi– Dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan tol Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan menutup fungsional Jembatan 6 Kalimalang, mulai Sabtu 6 Oktober 2018 hingga tiga bulan kedepan.

Foto : Dishub Kota Bekasi Kembali Rekayasa Lalin, Jembatan 6 Kalimalang Akan Ditutup

Kebijakan itu diambil lantaran ada pemasangan pilket dan penghancuran pier pada jembatan yang semula biasa digunakan untuk putaran kendaraan dari Galaxy menuju Bekasi tersebut. Maka PT Waskita harus membongkar Jembatan 6 agar melancarkan kelangsungan proses pembangunan Becakayu.

“Kita sudah negosiasi, hasilnya penutupan itu maksimal berlangsung selama tiga bulan,” ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan kepada awak media, Kamis 4 Oktober 2018.

Mengingat Jembatan 6 ditutup, maka fungsionalnya dialihkan ke Jembatan Caman. Kendaraan dari Galaxy yang ingin menuju Bekasi dan menuju Jorr atau Jakarta, maka diharuskan berputar di Jembatan Caman.

“Untuk simpang Galaxy tidak ada perubahan sirkulasi lalu lintas. Yang berubah derastis itu simpang Caman. Jadi dia hanya berfungsi sebagai putaran kendaraan dari Galaxy dan kendaraan dari Jakarta yang ingin menuju ke Jatibening,” jelas Johan.

Dishub sendiri telah meminta tiga klausul kepada PT Waskita dalam rangka menjaga arus lalu lintas tetap optimal, pertama fasilitas lalu lintas sudah disiapkan, seperti rambu-rambunya. Kedua, penerangan jalannya. Ketiga, tidak boleh ada sisa pekerjaan pada ruas jalan yang ada.

“Kalau ketiga kalusul kami ini tidak dipenuhi, maka terpaksa kami harus tunda pembangunannya,” pungkas Johan. (jar)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.