oleh

DPD Golkar Kota Bekasi Tegaskan Kadernya Tidak Terlibat Kasus Narkoba

Bekasi – Pengurus DPD Golkar membantah kadernya terlibat narkoba saat penggeledahan di apartemen center point pada hari Minggu, (22/12/19)

Hal ini diungkapkan langsung Wakil Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Bidang Kebudayaan Alex Salim. Menurutnya berita yang beredar saat ini tidak benar.

“Saya tekankan tidak benar ada kader Golkar Kota Bekasi yang tertangkap narkoba,” Ungkap Alex dalam konfrensi persnya, Kamis (26/12/19).

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Bidang Pemberdayaan Perempuan cukup geram ketika salah satu media menyebutkan ada kader yang tertangkap tangan menggunakan Narkoba.

“Kami membantah tudingan tersebut, meski di Partai Golkar ada beberapa kadernya pernah terjerat kasus narkoba, namun kader-kader yang terjerat hanyalah kader biasa dan bukan elite partai,” Ungkap Lita.

Dirinya bersama para pimpinan DPD Partai Golkar Kota Bekasi siap memecat tanpa hormat, bila ada kadernya terbukti melanggar hukum, seperti menggunakan narkoba dan judi.

“Kita akan tindak tegas, setelah diyakini itu adalah kader Partai Golkar dan kita langsung pecat yang bersangkutan dari kader,” kata Lita

Terpisah, Wakasat Narkoba Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Suwolo Seto membantah ada penangkapan kader partai Golkar.”Para pelaku, tidak ada kader Golkar maupun ormas di Kota Bekasi,” kata dia dalam siaran persnya Rabu, (26/12/2019).

Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi kota menangkap sejumlah orang yang menggunakan narkoba. Para Tersangka ditangkap saat menggunakan barang haram itu di apartemen Center Poin, Jalan A. Yani, pada Minggu (22/12) pukul 01:00 Dinihari.

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan 3 tersangka yaitu Cahyo Kurniawan (BB 0,2 gram sisa pakai, urine positif Methampetamine dan THC), Reza Andrian (BB Nihil urine positif Meth), Bayu Kurniawan (BB Nihil urine po.

“Setelah dilakukan interogasi, tersangka mengaku membeli Shabu tersebut dengan harga 400 (empat ratus ribu) dari seseorang bernama Kamaludin,” ujar Kapolres Metro Bekasi kota Kombes Pol Indarto saat akan melakukan pemantauan misa natal di Jalan A. Yani pada Selasa (24/12).

Ketika disinggung terkait kader patai Golkar yang diduga ikut ditangkap saat pengerebekan, Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengaku hal itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Saya malah belum mendalami orangnya satu-satu tapi yang jelas saya sudah dapat laporan itu, karena masih dalam pengembangan kemarin belum bisa di ekspose dan tadi sudah dapat laporan bahwa besok sudah bisa kita ekspose,” tambah Indarto.

Dikatakan Indarto, penangkapan tersebut diawali dengan penangkapan seorang pengguna narkoba berinisial EG yang kemudian berhasil menangkap penjualnya. Pelaku berinisial K (37) ditangkap pada malam harinya dengan barang bukti 2 klip bening diduga sabu dan satu (1) linting ganja, Minggu 22 Desember pukul 21:00 WIB.

Sedangkan dua orang tersangka lain kini masih diburu polisi. Para tersangka terancam pasal 112 ayat (1) dan 114 KUHP dengan ancaman  hukuman diatas 5 (lima) tahun penjara. (*)