Golput Tinggi Sosialisasi KPU Minim

Golput Tinggi Sosialisasi KPU Minimby adminon.Golput Tinggi Sosialisasi KPU MinimBEKASI – Rendahnya partisipasi pemilih hampir di semua Dapil Kota Bekasi dikarenakan minimnya sosialisasi oleh KPU Kota Bekasi. Masih beruntung caleg melakukan gerakan politik luar biasa meski juga harus menabrak rambu-rambu yanga ada. “Coba kalau caleg mengikuti patron atuaran yang ada golput dipastikan tambah besar. Sebab realitanya di lapangan pemilih banyak digerakkan oleh janji dan […]

BEKASI – Rendahnya partisipasi pemilih hampir di semua Dapil Kota Bekasi dikarenakan minimnya sosialisasi oleh KPU Kota Bekasi.

Golput Tinggi Sosialisasi KPU Minim

Golput Tinggi Sosialisasi KPU Minim

Masih beruntung caleg melakukan gerakan politik luar biasa meski juga harus menabrak rambu-rambu yanga ada. “Coba kalau caleg mengikuti patron atuaran yang ada golput dipastikan tambah besar. Sebab realitanya di lapangan pemilih banyak digerakkan oleh janji dan pemberian caleg,” jelas Direktur Bekasi Parliamentary Center (BPC) Didit Susilo usai memantau pasca perhitungan suara di TPS-TPS.

Dari hasil pantauan ada permasalahan surat suara tertukar di TPS 29 Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Gede. Surat suara DPRD Kota Bekasi Dapil 4 tertukar dengan Dapil 2 (Rawalumbu, Bantar Gebang dan Mustika Jaya).

KPPS yang menerima distribusi dari KPUD tidak bisa berbuat banyak. Surat suara tertukar juga terjadi untuk surat suara DPR RI dari Dapil 4 dan 7 masuk ke Dapil 6 (Kota Bekasi-Depok). Sayangnya sebagian surat suara sudah terlanjur dicoblos. “KPU harus cepat mengambil langkah karena akan rawan konflik antar caleg dan parpol,” jelas Didit.

Dari pantauan lapangan pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 40-50 persen itupun banyak pemilih yang mencoblos partai terutama PDIP dan Gerindra. Ada beberapa TPS yang memasang pengumuman caleg DPR RI, Provinsi, Dapil kecil dan DPD hanya sebagian misalnya hanya caleg DPRD Dapil kecil dengan alasan memang distribusi yang tidak lengkap.

Banyak kalangan pemilih rasional di perumahan-perumahan yang tidak mengenali caleg dan akhirnya hanya mencoblos partainya. Ironisnya banyak pemilih yang menanyakan gambar Jokowi. “Fenomena ini membuktikan pemilih rasional juga bingung. Hal itu disebabkan simulasi KPU yang minim,” ujar Didit.

Sumber : seputarbekasi.com

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.