IMTA Dongkrak PAD Disnakertrans kota Bekasi

IMTA Dongkrak PAD Disnakertrans kota Bekasiby adminon.IMTA Dongkrak PAD Disnakertrans kota BekasiBekasi – Pemerintah Kota Bekasi telah menargetkan implementasi peraturan daerah tentang Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dapat direalisasikan pada tahun 2015 guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja kota Bekasi, Sajekti Rubiah.  Dengan pembayaran retribusi sebesar US$100/bulan, telah mendongkrak Pendanpatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi […]

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi telah menargetkan implementasi peraturan daerah tentang Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dapat direalisasikan pada tahun 2015 guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

IMTA Dongkrak PAD Disnakertrans kota Bekasi

IMTA Dongkrak PAD Disnakertrans kota Bekasi

Menurut Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja kota Bekasi, Sajekti Rubiah.  Dengan pembayaran retribusi sebesar US$100/bulan, telah mendongkrak Pendanpatan Asli Daerah (PAD) di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) kota Bekasi. Selama ini retrebusi tersebut masuk ke Kementerian, pendapatan yang semestinya masuk ke kita. Namun, masuknya kesana, kata Sajekti. Kita hanya mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat, jumlahnya pun hanya sebagian saja. Dari kami pun digunakan untuk peningkatan dan pelatihan tenaga kerja kota Bekasi. katanya kepada KBE diruangan kerjanya, Rabu (22/10).

Sejumlah perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) di kota Bekasi wajib untuk melapor dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi. Jika tidak maka perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi.

“Yang kita tindak bukan orang asingnya namun perusahannya karena sudah lalai dalam menjalankan kewajibannya. Makanya saya harapkan kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA harus segera melapor kepada kami,” ujar Sajekti

Dia menjelaskan, maksud dari retrebusi tersebut selain untuk mendongkrak PAD, juga untuk meminimalisir penggunaan TKA di kota Bekasi. Dengan harapan setiap perusahaan yang berinvestasi di kota Bekasi memberdayakan tenaga kerja lokal.

“Maka dari itu kita harapkan perusahaan yang masih menggunakan TKA, mereka wajib mengajarkannya kepada masyarakat setempat, supaya ada tranfer ilmu, dengan demikian perusahaan tidak melulu menggunakan TKA,” katanya.

Sementara kata Sajekti, TKA yang sudah bekerja di kota Bekasi sebanyak 145 orang yang bekerja diberbagai sektor. Namun, Sajekti juga memaparkan ada juga TKA yang kerja tidak di Bekasi saja, tapi untuk IMTA mereka tidak dikenakan, mereka hanya wajib lapor keberadaan saja, jadi untuk pembayaran IMTA mereka ke pusat. jelas Sajekti.

“Ada perusahaan yang belum laporkan TKA-nya ke Disnaker kota Bekasi, maka kita akan berikan himbauan kepada perusahaan tersebut,” aku Sajekti

Jika kita mendapati TKA yang izinnya Wisata bukan bekerja maka kami siap akan deportasi, karena telah menyalahi peraturan pemerintah,” tandasnya

“Untuk TKA terbanyak dari Korea Selatan, mereka setiap tiga bulan sekali kami berikan untuk perpanjang izin, kata Sajekti. Untuk mempekerjakan TKA, segala sesuatunya harus diurus di pusat dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja. Jadi Pemkot Bekasi hanya bisa mengeluarkan izin perpanjangan bekerja,” pungkas Sajekti (DRA)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.