oleh

Kader Militan Bang Pepen Geram, Lantaran Pembangunan Gudang PT. Kiat Ananda Cold Storage Diduga Tak Kantongi Ijin Dan Acuhkan Keluhan Warga

Bekasi – Warga Rt 01/01 kelurahan Ciketing Udik Kecamatan Bantar Gebang,Kota Bekasi memprotes pembangunan gudang yang dilakukan PT. Kiat Ananda Cold Storage (KACS) yang berada di Jalan Narogong dengan luas lahan delapan hektar, diakui warga akan berefek mengganggu aktivitas warga.

Foto : Kader Militan Bang Pepen Geram, Lantaran Pembagunan Gudang PT. Kiat Ananda Cold Storage Diduga Tak Kantongi Ijin Dan Acuhkan Keluhan Warga

Pasalnya, pembangunan gudang yang rencananya akan beroperasi pada bulan maret tahun 2019 ini diduga tidak memiliki izin

Menurut, Adam Plt RT 01 yang rumahnya berbatasan langsung dengan gudang, saat pembangunan sama sekali tidak ada namanya izin lingkungan dari warga sekitar.

“pembangunan gudang tersebut, rumah saya saja pada retak-retak karena getaran, tanpa ada ada ganti rugi,” ungkap Adam Plt RT 01 Kelurahan Ciketing Udik yang juga kader militan pemenang Rahmat Effendi saat Pilkada Kota Bekasi. (04/03/2019).

Lebih lanjutnya Adam mengatakan bahwa dari perwakilan kantor PT. KACS saat pertemuan Bu, Wiwin mengatakan adanya kerusakan lingkungan sudah ditanggung oleh pihak asuransi.

“Masa dari pihak asuransi rumah saya diliat, terus orang bawa ember sama semen dan ngolesin ke tembok saya, saya larang aja,” ungkapnya dengan betanda tanya.

Ia berharap, pihak perusahan agar lebih perhatian untuk lingkungan setempat, saluran air yang belum dipenuhi sampai nyambung kejalan dan ia meminta agar warga dilibatkan untuk menjadi pekerja di sana.

diakui Adam, telah beberapa kali mengupayakan musyawarah, namun upaya itu gagal, karena pihak manajemen susah untuk ditemui.

Sementara Ketua Rukun Warga (RW) 01, Ajum mengatakan terkait izin tetangga dirinya pun belum pernah menanda tangan tentang pembangunan gudang dengan luas delapan hektar.

“Tidak ada, demi Allah saya belum pernah tanda tangan terkait izin pembangunan gudang itu,” ungkap RW Ajum.

Terpisah, pihak perusahaan yang telah disebut sebut namanya terkait pembangunan gudang Wiwin tidak ada di tempat.

“Bu Wiwin tadi barusan keluar, ke PLN,” kata salah satu scurity yang sedang piket. (*)