Kadisdik ‘Kepergok’ Temui Pengacara Kasus Korupsi Gurdaciltas, di WC Guru

Kadisdik ‘Kepergok’ Temui Pengacara Kasus Korupsi Gurdaciltas, di WC Guruby adminon.Kadisdik ‘Kepergok’ Temui Pengacara Kasus Korupsi Gurdaciltas, di WC GuruBekasi – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Encu Hermana dan penasihat hukum tersangka kasus korupsi bantuan kuangan peningkatan Guru Non PNS di Daerah Terpencil dan Perbatasan tahun 2011 dan 2012, Noval Al Rasyid, ‘kepergok’ melakukan pertemuan didepan WC guru SMKN 1 Kota Bekasi, Jumat (14/3). Encu, yang mengenakan batik berwarna merah dan peci hitam, sedangkan […]

Bekasi – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Encu Hermana dan penasihat hukum tersangka kasus korupsi bantuan kuangan peningkatan Guru Non PNS di Daerah Terpencil dan Perbatasan tahun 2011 dan 2012, Noval Al Rasyid, ‘kepergok’ melakukan pertemuan didepan WC guru SMKN 1 Kota Bekasi, Jumat (14/3).

Kadisdik 'Kepergok' Temui Pengacara Kasus Korupsi Gurdaciltas, di WC Guru

Kadisdik ‘Kepergok’ Temui Pengacara Kasus Korupsi Gurdaciltas, di WC Guru

Encu, yang mengenakan batik berwarna merah dan peci hitam, sedangkan Noval, berkemeja putih garis-garis biru, tampak ngoborol serius didepan WC Guru, SMKN 1 Kota Bekasi.

Dalam pertemuan tersebut, diduga membahas masalah kasus hukum yang menjerat dua orang oknum PNS di Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Setelah melakukan perbincangan kurang lebih selama 20 menit itu, kemudian keduanya membubarkan diri.

Saat dikonfirmasi terkait kasus korupsi Gudaciltas dan perbincangannya bersama kuasa hukum tersangka tersebut, Encu enggan beri berkomentar.

“Tanya saja ke pengacaranya. Itukan tadi pengacaranya,” kata Encu, seraya terkejut ketika pertemuannya diketahui.

Direktur LKBH ICMI Kota Bekasi, Abdul Chalim Soebri mengatakan, pada dasarnya siapa saja boleh melakukan pertemuan. Namun dalam hal ini lanjut Chalim, pertemuan antara  Kadisdik dan pengacara tersangka kasus korupsi Gurdaciltas, dapat menimbulkan alibi yang kuat ada keterlibatan Kadisdik dengan kasus yang menjerat anak buahnya tersebut.

“Patut diduga Kadisdik ikut terlibat,” kata Chalim.

Ia juga khawatir, dalam kasus ini akan menghambat proses hukum selanjutnya.

“Pihak penyidik kejaksaan, harus bisa mengungkap kasus ini sampai tuntas. Tidak hanya berhenti hanya pada tingkat staf,” tegasnya.

Dikatakan Chalim, menurut kitab undang-undang pidana korupsi, yang namanya sataf itu dipastikan tidak seorang saja. Masih ada pihak yang turut serta ikut meluluskan atau menyebabkan korupsi itu bisa berjalan.

“Selama ini anak buah tergantung kepada kebijakan atasan,” tandasnya. (BHP)

Sumber : Boyke / Satelit Raya

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.