Komisi A desak BBWM Tingkatkan Produktifitas Gas

Komisi A desak BBWM Tingkatkan Produktifitas Gasby adminon.Komisi A desak BBWM Tingkatkan Produktifitas GasKabupaten Bekasi – Peninjauan Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi ke Kilang Migas milik PT. Bina Bangun Wibawa Mukti, di Kecamatan Babelan, berlangsung Selasa (03/02/15). Kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam di PT.BBWM ini beragendakan untuk meminta pihak pengelola melakukan peningkatan produktifitas kilangnya sekaligus menghimbau kepada PT Odira Energy Persada selaku pemegang market kilang […]

Kabupaten Bekasi – Peninjauan Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi ke Kilang Migas milik PT. Bina Bangun Wibawa Mukti, di Kecamatan Babelan, berlangsung Selasa (03/02/15).

Komisi A desak BBWM Tingkatkan Produktifitas Gas

Komisi A desak BBWM Tingkatkan Produktifitas Gas

Kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam di PT.BBWM ini beragendakan untuk meminta pihak pengelola melakukan peningkatan produktifitas kilangnya sekaligus menghimbau kepada PT Odira Energy Persada selaku pemegang market kilang mempersiapkan kondisi kilang dalam keadaan prima ketika di take over ke Pemerintah daerah sebagai bagian dari BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) pada tanggal 23 November 2016 mendatang.

Menurut Anggota Komisi A DPRD yang berkunjung ke lokasi kilang, Syamsul Fallah menjelaskan semenjak di cabutnya kontrak dengan PT.Odira Energy Persada pada 10 Februari 2010 lalu, selaku pengelola tunggal kilang tersebut, dan dialihkan ke PT.BWWM yang merupakan badan usaha milik daerah ini produktifitas kilang menurun.

“Kita meminta agar PT.BBWM dan PT.Odira menjaga kondisi kilang harus terus prima sebelum diserahterimakan 2016 nanti ke pemerintah.”Ungkapnya.

Syamsul menambahkan dalam rapat dengan pihak pengelola kilang ini, dirinya pun mendengar alasan yang menyebabkan produktifitas kilang yang tak kunjung meningkat, dari pihak pengelola menjelaskan dikarenakan aspek persaingan harga antara BBWM dengan PGN (Perusahaan Gas Negara), selain itu karena faktor fix cost dan variable cost. Dikarenakan dalam pengelolaan kilang ternyata lebih banyak fix cost yang harus dikeluarkan, sementara variable cost sudah banyak ditekan tetapi tidak merubah signifikan soal harga. tandasnya

“Padahal secara kebutuhan, masyarakat Kabupaten Bekasi dalam mengkonsumsi penggunaan cukup besar, bisa mencapai 16 MM. Tapi faktanya pasokan yang dari kilang BBWM hanya mampu menampung 5 MM, berartikan kita ada selisih 11 MM. Dan itu akhirnya disuplay dari PGN. Oleh karena itu, dirinya meminta dan mendesak agar pengelola kilang BBWM meningkatkan produktifitas gas lokal demi kesejahteraan masyarakat.”ungkap Politis asal PKS ini.(JAR)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.