Kunjungi Kelurahan Pengasinan, Dua Kepolisian Asing Sepakat Bangun Toleransi Kerukunan Umat Beragama

Kunjungi Kelurahan Pengasinan, Dua Kepolisian Asing Sepakat Bangun Toleransi Kerukunan Umat Beragamaby adminon.Kunjungi Kelurahan Pengasinan, Dua Kepolisian Asing Sepakat Bangun Toleransi Kerukunan Umat BeragamaBekasi – Perwakilan dari Dua kepolisian asing yang berasal dari Negara Jepang dan Timor Leste, Kamis (18/10 /2018) mendatangi Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu untuk kunjungan study banding mengenai mempelajari tata cara dan kiat dalam membangun kerukunan dan hidup saling toleransi lalam beragama.saling menjaga keharmonisan dalam bernegara. Sekretaris Kelurahan Pengasinan, Ahmad Yudistira menjelaskan, kerukunan antar masyarakat […]

Bekasi – Perwakilan dari Dua kepolisian asing yang berasal dari Negara Jepang dan Timor Leste, Kamis (18/10 /2018) mendatangi Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu untuk kunjungan study banding mengenai mempelajari tata cara dan kiat dalam membangun kerukunan dan hidup saling toleransi lalam beragama.saling menjaga keharmonisan dalam bernegara.

Foto : Kunjungi Kelurahan Pengasinan, Dua Kepolisian Asing Sepakat Bangun Toleransi Kerukunan Umat Beragama

Sekretaris Kelurahan Pengasinan, Ahmad Yudistira menjelaskan, kerukunan antar masyarakat dan umat beragama dapat tercipta apabila komponen pemerintah dapat mengayomi warganya.

Menurut Yudistira, ada tiga aspek penting yang harus dijaga, antara lain adalah komunikasi, silaturahmi dan saling menghormati.

Yudistira melanjutkan, pertemuan yang digelar itu juga merumuskan poin-poin kesepakatan dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia.

” dalam pertemuan tersebut ada beberapa poin yang sibahas antaranya
1.Komunikasi 2. Silaturahim 3. Menghormati menghargai satu dengan yang lain nya. Proses dialognya sangat akrab, terbuka, terus terang penuh dengan tenggang rasa dan toleransi, saling memahami hasilnya menjadi penting bagi bangsa dan negara,” paparnya.

Kendati begitu, Yudistira juga mengakui peran pemerintah sangat besar dalam menciptakan toleransi di tengah masyarakat.

“Masyarakat itu perlu figur yang dapat mengayomi. Melalui hal itu, pemerintah hadir menyambangi (silaturahmi) warga untuk membangun komunikasi, sehingga mereka tidak gagap dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa,” tutup Yudistira.(Jar)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.