Kurang Koordinasi, Giat ‘OPM’ Disperindag di Kecamatan Bekasi Barat Sepi

Kurang Koordinasi, Giat ‘OPM’ Disperindag di Kecamatan Bekasi Barat Sepiby adminon.Kurang Koordinasi, Giat ‘OPM’ Disperindag di Kecamatan Bekasi Barat SepiBEKASI BARAT – Operasi pasar murah (OPM) bersubsidi menyasar 10 ribu rumah tangga miskin (RTM) yang merupakan salah satu giat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Jawa Barat dinilai kurang efektif. Misalnya, seperti hari pertama yang dilaksanakan di Kecamatan Bekasi Barat pada Senin (21/5) lalu. Terlihat sejumlah peserta dari pedagang, ritel maupun distributor masih […]

BEKASI BARAT – Operasi pasar murah (OPM) bersubsidi menyasar 10 ribu rumah tangga miskin (RTM) yang merupakan salah satu giat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Jawa Barat dinilai kurang efektif.

Foto :Porgram ‘OPM’ Disperindag di Kecamatan Bekasi Barat Sepi Peserta

Misalnya, seperti hari pertama yang dilaksanakan di Kecamatan Bekasi Barat pada Senin (21/5) lalu. Terlihat sejumlah peserta dari pedagang, ritel maupun distributor masih kosong alias tidak terisi dan sepi.

Sesuai hasil pantauan, dari 10 hingga 12 meja stand yang disiapkan hanya tiga sampai empat stand yang terisi dari pagi hari sampai sore hari.

Diantaranya, stand PT Hero Supermarket TBK, pengusaha pakaian dari PKK Kecamatan dan pedagang kue.

Sementara itu, Alfamart, Alfa Midi, Bulog, Indogrosir, Indomaret dan empat peserta lainnya tidak hadir.

Karyawan PT Hero Supermarket Tbk, Sugimin membenarkan banyaknya stand yang kosong dalam OPM di Kecamatan Bekasi Barat.

Padahal sejumlah peserta sudah disiapkan dari pemerintah. Sehingga kegiatan OPM yang memakan biaya ini dinilai tidak efesien oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dalam bulan Ramadan.

“Dari pagi kita mulai pukul 07.30 WIB sampai siang sekarang (21/5) sepi tidak ada peserta lain yang datang telat. Cuma beberapa stand yang terisi peserta OPM. Stand dekat saya harusnya ada Alfamart dan Bulog tapi tidak ada,” ujarnya.

Namun, kata Sugimin, ketidakhadiran peserta lain justru menguntungkan pihaknya dari Hero. Karena bila mana ada jelas persaingan harga akan mempengaruhi omset terhadap barang jualannya.

“Ya, pasti kan beda harga kalau ada peserta lain. Mungkin ada barang yang sama tapi lebih murah dari kita, bisa saja,” kata dia.

Disisi lain, salah satu pengunjung bernama Dudi (45) mengungkapkan, sangat senang dapat informasi dari sejumlah warga akan adanya OPM di kecamatan.

Tetapi gambaran di lokasi kegaiatan jauh dari yang ia kira. Sebab ia mengira banyaknya penjualan kebutuhan bahan pokok yang digembor-gembor di masyarakat.

Kenyataannya, hanya ada satu peserta penjualan kebutuhan pokok. Tetapi bahan pokok utama seperti berasa tidak terdapat di OPM Kecamatan Bekasi Barat.

“Ya saya tadinya mau belanja beras, gula dan minyak. Beras engga ada jadinya saya beli gula putih dan minyak saja,” ungkapnya, Senin (21/5).

Ia menyayangkan, program Disperindag Kota Bekasi atau pemerintah kurang terencana dan matang. Sehingga kebutuhan bahan pokok yang dibutuhkan msayarakat tidak terpenuhi.

Maka dari itu, ia berharap pemerintah dapat melaksabakan programnya dengan terencana dan matang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dispering Kota Bekasi, Hambali menjelaskan, ketidakhadiran peserta OPM salah satu faktornya dikarenakan surat edaran kepada peserta aga sedikit terlambat.

Seharusnya pihaknya jauh-jauh hari mengedarkan surat edaran kepada peserta guna mengkonfirmasi kehadirannya dalam pengisian stand OPM.

“Mungkin yang harusnya surat edaran buat stand dibagiin jauh-jauh hari, malah dikasiin pasti hari H atau pas satu hari sebelum acara. Pedagang maupun ritel atau perusahaan besar pasti ada jeda beberapa hari dulu untuk acc surat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Makbullah mengatakan, OPM yang digelar setiap tahun tersebut untuk tujuan membantu warga yang akan belanja memenuhi kebutuhan ibadah puasa.

Dengan adanya OPM maka masyarakat tidak khawatir akan kekurangan bahan pokok selama Ramadan. Tak kalah menarik, adapun kegiatan lainnya  seperti bazar Ramadan yang diperuntukan bagi semua kalangan masyarakat.

“Ini kegiatan rutin tahunan. Mudah-mudahan pasara murah ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhannya selama ibadah puasa dengan tenang dan lancar,” tuturnya pada (17/5) lalu. (yud)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.