Mahasiswa Cikarang Kecam Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Mahasiswa Cikarang Kecam Tragedi Kemanusiaan Rohingyaby adminon.Mahasiswa Cikarang Kecam Tragedi Kemanusiaan RohingyaKabupaten Bekasi – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Cikarang melakukan aksi penggalangan dana untuk etnis Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar, Sabtu (30/5). Dalam aksi penggalangan dana tersebut mahasiswa mengaku hal sebagai bentuk solidaritas atas etnis Rohingya yang ditolak kewarganegaraannya di wilayahnya sendiri serta dirampas haknya atas […]

Kabupaten Bekasi – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Cikarang melakukan aksi penggalangan dana untuk etnis Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar, Sabtu (30/5).

Mahasiswa Cikarang Kecam Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Aksi Mahasiswa

Dalam aksi penggalangan dana tersebut mahasiswa mengaku hal sebagai bentuk solidaritas atas etnis Rohingya yang ditolak kewarganegaraannya di wilayahnya sendiri serta dirampas haknya atas tanah yang mereka miliki bahkan terjadi pembantaian massal dan pengusiran.

Koordinator Aksi, Nizar (25) dari kampus Ikmi Riskina menyebutkan, aksi kali ini melibatkan sejumlah kampus di wilayah Cikarang, diantaranya Kampus STMIK MIC Cikarang, STMIK Cikarang, Institut Global Mulia, STAI Bani Saleh, Ikmi Riskina, BSI Cikarang.

“Kita galang dana ini sebagai bentuk kepedulian kami akan atas pelanggaran ham berat yang dilakukan pemerintah myanmar yang telah mengusir etnis Rohingya dari negara nya sendiri, sesuai dengan pernyataan Presiden Myanmar Thein Sein, 30 Agustus 2014 silam yang mengatakan bahwa etnis Rohingya bukan orang asli Myanmar melainkan imigran gelap yang masuk ke Myanmar, padahal sejarah mengatakan Rohingya sudah bermukim di Arakan sejak 1948 jauh sebelum Myanmar merdeka,” pungkasnya dalam orasi.

Dalam aksi kali ini, Mahasiswa mengutuk tragedi kemanusiaan etnis Rohingya yang dilakukan oleh junta militer Myanmar dan meminta pemerintah Myanmar menghentikan segala bentuk diskriminasi terhadap etnis Rohingya. Selain itu, mereka mendesak agar pemerintah Indonesia ikut berperan aktif dalam membantu nenyelesaikan tragedi kemanusiaan ini melalui forum ASEAN.

“Kami sebagai mahasiswa juga menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia membantu etnis Rohingya dalam menghadapi kesulitannya,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua BEM STMIK MIC Cikarang, Danang Apriliana (23) mengungkap bahwa aksi yang mereka lakukan murni atas tergeraknya hati nurani dari kalangan mahasiswa Cikarang atas pelanggaran HAM berat di Myanmar.

“Apa yang kita lakukan memang tidak seberapa, namun harapan kami semoga ini bisa sedikit membantu mereka dari segi dukungan,” ujarnya.

Danang menambahkan, hasil penggalangan dana yang terkumpul rencananya akan dikirim ke Aceh, tempat etnis Rohingya mencari suaka melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap).(sep)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.