Nasib Pilu Pasien Pengguna KS- NIK  Di Telantarkan RS Anna Medika 

Nasib Pilu Pasien Pengguna KS- NIK  Di Telantarkan RS Anna Medika by adminon.Nasib Pilu Pasien Pengguna KS- NIK  Di Telantarkan RS Anna Medika BEKASI – Oknum Dokter Umum IGD RS Anna Medika, Jl Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara, beradu mulut dengan pasien pengguna Kartu sehat saat di komplaign pasien karena obat infus pasien habis tapi tidak diganti petugas RS. Diena Amalia warga kecamatan bekasi utara yang di diagnosa vertigo ini, merasa tidak di perhatikan dokter saat obat infus […]

BEKASI – Oknum Dokter Umum IGD RS Anna Medika, Jl Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara, beradu mulut dengan pasien pengguna Kartu sehat saat di komplaign pasien karena obat infus pasien habis tapi tidak diganti petugas RS.

Foto : Nasib Pilu Pasien Pengguna KS  Di Telantarkan RS Anna Medika

Diena Amalia warga kecamatan bekasi utara yang di diagnosa vertigo ini, merasa tidak di perhatikan dokter saat obat infus miliknya sudah habis.

“Saya masuk RS malem sekitar jam 21.00, saya di haruskan rawat inap, suami saya sudah selesaikan pemesanan kamar rawat inap, sudah mendapatkan kamar. Tapi hingga pagi hari saya masih di ruang IGD dan obat infus yang sudah habis, di biarkan gitu saja,” ungkap Diena selaku pasien RS Anna Medika, Bekasi Utara, Selasa pagi (6/11/2018).

Diena mengatakan bahwa dirinya komplaign karena hingga pagi hari yanh masih berada di IGD dan infus terkondisi habis, tidak segera di ganti petugas.

Akan tetapi, komplaign yang di sampaikan Diena, di tanggapi Dokter Habibi selaku dokter umum yang berjaga di RS Anna Medika ini dengan Marah.

“Saya tanya kenapa infus nggak di ganti dan tidak di pindahkan ke kamar rawat inap, si dokter marah marah, minta saya sabar. Si dokter juga bilang bahwa dirinya sudah cape, bahkan saya dengar si dokter berbicara dengan para perawatnya ‘kalau dia ngamuk, gua amukin lagi nanti, gua fikir gua takut apa’. Suami saya langsung tegor si dokter,” keluh pasien.

Konflik tersebut, membuat Hamzah selaku Suami pasien angkat bicara, ia mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha berbicara kepada dokter dengan cara baik.

“Si Dokter saya tegor dengan baik – baik agar tidak memperlakukan pasien dengan marah marah, tapi dokter itu tidak pedulikan saya, dan tetap beradu mulut dengan istri saya, saya hampiri si dokter, si dokter cuma bilang ‘saya cape pak, saya sudah tangani juga, makanya bapak kasih tau tuh istrinya, suruh sabar’. Si dokter malah menyalahkan saya. Selepas konflik, obat baru di urus si dokter,” ujar Suami Pasien di ruang IGD RS Anna Medika.

Saat di konfirmasi Reporter, dr Habibi yang bertugas jaga di RS Anna Medika Bekasi Utara tersebut mengatakan, bahwa dirinya terkondisikan cape. Ia mengatakan, pasien tidak sabar.

“Saya sudah hubungi dokter spesialis, saya mau pasien sabar, saya sudah cape pak,” ungkap dr Habibi saya di konfirmasi Reporter di ruang IGD.

Dari kejadian tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati angkat bicara, ia menyayangkan konflik yang terjadi antara pasien dengan oknum dokter umum RS Anna Medika Bekasi Utara.

“Saya sayangkan kejadian itu. Oknum dokter itu menyalahkan kode etik, seharusnya pasien di tangani dengan ikhlas dan lembut, saya akan hubungi direkturnya,” tungkas PLT Kadinkes Kota Bekasi. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.