Nung Minta Pemkot Bekasi serius Tangani Peningkatan PAD

Nung Minta Pemkot Bekasi serius Tangani Peningkatan PADby adminon.Nung Minta Pemkot Bekasi serius Tangani Peningkatan PADBekasi – Pasca pelantikan formasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), disinggung soal langkah-langkah kedepan dari Komisi III, Nuryadi Darmawan, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan mengatakan akan memberikan yang terbaik buat Kota Patriot ini. “Pertama, inikan saya dipilih sudah yang ketiga kali (3 Periode) oleh rakyat. Kemarin saya bekerja secara maksimal di Komisi […]

Bekasi – Pasca pelantikan formasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), disinggung soal langkah-langkah kedepan dari Komisi III, Nuryadi Darmawan, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan mengatakan akan memberikan yang terbaik buat Kota Patriot ini.

Foto : Nung Minta Pemkot Bekasi serius Tangani Peningkatan PAD

“Pertama, inikan saya dipilih sudah yang ketiga kali (3 Periode) oleh rakyat. Kemarin saya bekerja secara maksimal di Komisi IV, sekarang saya di *tugaskan* oleh Partai untuk di Komisi III. Komisi III ini ya jantungnya APBD, jantungnya *Pemerintahan* bisa berjalan normal ya di Komisi ini. Langkah-langkah strategis yg kita akan *ambil adalah* mencermati Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita yang terkini,” papar Nung – sapaan akrabnya kepada awak media Jum’at (4/10).

Nung menambahkan, kita akan lihat APBD tahun-tahun Kemarin dan tahun ini yang mana yg mau dibahas, dimana kita targetnya, Komisi III yang baru dibentuk ini marwahnya adalah bagaimana bisa meningkatkan target PAD.

“Ada konsekuensi logis tentunya dalam sebuah pertumbuhan ekonomi. Nah, saya kita mapping didalam draf yang ada di APBD kita yang terkini itu, saya lihat ada nomenklatur yang seharusnya *sudah tidak ada, masih muncul, kita sudah memahami* atas apa yang digambarkan *dan tertuang dari renja SKPD*. Tetapi, kita *juga* lihat dan *mencermati* Pemerintah Daerah dalam hal ini Wali Kota dalam mencermati perkembangan-perkembangan terkait defisit anggaran tahun lalu. Bahkan, Wali Kota sendiri menyampaikan akan keparahan yang terjadi, dalam hal ini *dankurang* *maksimalnya* pencapaian target PAD oleh SKPD penghasil,” ungkap mantan Ketua DPD KNPI Kota Bekasi ini.

Kedepan, lanjut Nung, bagaimana marwah *dan kinerja* *komisi3* *dalam bekerja sama dengan SKPD pada titik sasaran yg tepat terkait* peningkatkan PAD, bagaimana APBD sehat kembali, itu adalah tujuan dari rekan-rekan di Komisi III.

“Apapun ceritanya pembangunan itu tanpa adanya *pengelolaan anggaran dan dana** yg baik, tanpa adanya konsep keuangan kita yg profesional, saya pikir neraca saldo atau keseimbangan keuangan kita didalam progres LKPJ Wali Kota ini juga akan menggangu stabilitas pembangunan yang ada,” imbuh Nung.

Disinggung soal Defisit anggaran, apakah Kota Bekasi layak mengalami defisit di Tahun anggaran 2018 lalu dengan tegas Nung menjawab harusnya tidak layak, tapi yang terjadi faktanya ya seperti itu.

“Sebenarnya ada beberapa temuan dari lembaga negara, seperti *LHP-BPK* kemudian Ada *temuan2* dari teman-teman DPRD kita, yg kemudian komisi 3 masa bhakti yg lalu pun menegaskan kepada SKPD terkait bahkan juga mengajak berdialog dengan Wali Kota pada saat itu, adalah bagian dari upaya memulihkan keuangan Kita, hal ini jugakan perlu ada matriks anggaran yang jelas, kemudian tingkat kebutuhan masyarakat, kemudian *defisit anggaran yg luar biasa* *serta gagalnya upaya peningkatan* pendapatan kita krn SKPD yg tdk *maksimal* dan yang luar biasa (tanda kutip) *tidak mampu dan hanya cukup sekedar puas* , nah ini yang *sebenarnya pemerintah kota bekasi gagal Fokus, dan menjadi ketergantungan* pada kinerja dari SKPD itu sendiri. SKPD-SKPD penghasil memang harus kita genjot,” terangnya.

Nung menjelaskan, selain kepada agenda-agenda atau program-program yang memang sudah tidak layak, kemudian sudah tidak punya manfaat buat masyarakat kita nanti akan usulkan ke *Badan Anggaran* mungkin program2 tersebut dapat dihapus atau dikurangi.

“Karena ada beberapa program-program yang saya pikir harus dirubah atau dihilangkan, contoh Kartu Sehat (KS), bantuan-bantuan hibah yang sebenarnya dari turun-temurun kembali kesitu-situ lagi. Terus agenda atau proyek rutinitas yang seharusnya sudah kita kerjakan itu tidak di ulang lagi. Nah, kajian-kajian ini tergantung Pendapatan Asli Daerah Kita,” ujarnya.

Nung pun menyampaikan harapannya, yang pertama Wali Kota kitakan bisa kita anggap beliau ini seniorlah, beliau sebenarnya sangat mapan dan mampulah untuk merekonstruksi ulang anggaran supaya jauh lebih baik.

“Kami berharap, Kepala Daerah dan SKPD Pemerintah Kota Bekasi beserta jajarannya, terutama di Komisi III, dan harus serius menangani peningkatan Asli Daerah kita. Kenapa? Meningkatkan PAD ini tentunya harus meningkatkan kualitas pelayanan. Nah kalau bicara soal mutu kualitas pelayanan, bagaimana soal apa yang kita hasilkan dan bagaimana dengan *Dinas Penghasil* ini mampu bekerjasama dengan *dinas terkait lainnya*, dan *kiranya walikota juga dapat memberikan otoritas secara maksimal dalam evaluasi terhadap permasalahan tsb dng* mengeluarkan kebijakan yang sifatnya *strategis dan menguntungkan* untuk masyarakat, terutama harus pintar menuangkan *program-program sesuai RPJMD dan atau bahkan dengan Visi Misi Wali Kota,” pungkasnya.*

Author: 

Related Posts

Comments are closed.