Oknum Jasa Marga Rampas Hak Wartawan Bekasi

Oknum Jasa Marga Rampas Hak Wartawan Bekasiby adminon.Oknum Jasa Marga Rampas Hak Wartawan BekasiBekasi – Seorang jurnalis dalam bertugas dilapangan dilindungi oleh Undang-undang Pers, namun seringkali seorang jurnalis terjadi masalah tindakan kekerasan dalam melakukan peliputan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan serius dari pihak yang berwenang. Tindakan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi oleh wartawan media online diwilayah bekasi yang bernama Rijal (40thn). Kejadian tersebut terjadi oleh penahan kartu […]

Bekasi – Seorang jurnalis dalam bertugas dilapangan dilindungi oleh Undang-undang Pers, namun seringkali seorang jurnalis terjadi masalah tindakan kekerasan dalam melakukan peliputan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan serius dari pihak yang berwenang.

Oknum Jasa Marga Rampas Hak Wartawan Bekasi

Oknum Jasa Marga Rampas Hak Wartawan Bekasi

Tindakan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi oleh wartawan media online diwilayah bekasi yang bernama Rijal (40thn). Kejadian tersebut terjadi oleh penahan kartu pers oleh oknum Jasamarga saat melakukan fhoto di jalan Tol Grand Wisata.

Kronologisnya, Rijal saat melintas jalan tol Grand Wisata Bekasi saat dalam keadaan macet dengan menaiki mobil angkot hendak pulang dari arah Cikampek. Diri sedang didalam angkot melihat mobil dinas Jasamarga Kamtib berplat B 9769 TBA, di mobil jasamarga tersebut terlihat ada seorang pria yang di borgol dengan ditempat dibelakang mobil dinas tersebut.

“Karna ada pria yang di borgol dibelakang kap mobil jasamarga, saya langsung memfotonya. Saya bisa foto karna kondisi lalulintas jalan tol saat itu dalam keadaan macet parah. Ketika saya sedang melakukan publikasi foto tiba-tiba empat orang pihak jasamarga yang turun dari mobil dinas tersebut menghampiri saya, kemudian mereka menanyakan kartu pers saya dan menyitanya,” ungkap Rijal kepada Celoteh Anak Bekasi, Senin (15/5).

Rijal melanjutkan, dirinya melakukan foto pas mobil dinas tersebut karna melihat ada pria yang di borgol seperti seorang tahanan yang diletakan pada kap terbuka belakang mobil.

“Itu bisa dikatakan kategori sebagai tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terlebih lagi karna kebetulan juga saya ingin melakukan peliputan, mereka (jasamarga.red) menyita kartu pers saya dan mereka menyuruh mengambil kartunya di kantor jasamarga. Dan empat orang yang menyita kartu saya mengaku dari Jasamarga 14,” terang Rijal saat berada di media center Humas Pemkot Bekasi.

Diketahui, pada Undang-undang Pers salah satunya menerangkan bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya. Maka si pelaku tersebut dapat dikenakan hukuman Undang – Undang 40 Tahun 1999 selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah.

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.