Parkir Meter Diharapkan Dongkrak PAD Kota Bekasi

Parkir Meter Diharapkan Dongkrak PAD Kota Bekasiby adminon.Parkir Meter Diharapkan Dongkrak PAD Kota BekasiBekasi– Uji Coba penerapan parkir kendaraan bermotor secara elektronik diBekasi diharapakan bisa menambah PAD bagi Kota Bekasi, pasalnya pendapatan parkir meter berbanding jauh dengan pendapatan sebelum diterapkanya parkir meter. “Per 1 Agustus 2015 kami menerapkan sistem parkir meter secara elektronik yang sedang kita uji coba selama tiga bulan ke depan. Hasilnya saat ini cukup baik, […]

Bekasi– Uji Coba penerapan parkir kendaraan bermotor secara elektronik diBekasi diharapakan bisa menambah PAD bagi Kota Bekasi, pasalnya pendapatan parkir meter berbanding jauh dengan pendapatan sebelum diterapkanya parkir meter.

Parkir Meter Diharapkan Dongkrak PAD Kota Bekasi

Parkir Meter Diharapkan Dongkrak PAD Kota Bekasi

“Per 1 Agustus 2015 kami menerapkan sistem parkir meter secara elektronik yang sedang kita uji coba selama tiga bulan ke depan. Hasilnya saat ini cukup baik, dikawasan galaxy, sebelum diterapkan parkir meter hanya bisa menghasilkan Rp. 3.000.000,- setelah di uji coba bisa menghasilkan Rp. 226.968.000,- dan dibeberapa lokasi uji parkir meter naik secara segnifikan,” kata Budi Hatono perwakilan dari PT Van Sakti Mandiri pengelola uji parkir meter diBekasi.

Ia berharap Jika uji coba ini berhasil, kata dia, ke depannya tidak ada lagi transaksi tunai di lapangan untuk keperluan parkir kendaraan. “Jadi uang parkirnya langsung masuk kas daerah melalui transaksi secara mesin di lokasi parkir dan pertangungjawabannya jelas,” harap Budi.

Hal senada juga dikatakan Erwin Kabid Tata Kota, Kota Bekasi ia mengatakan, “uji coba parkir elektronik di Jalan Taman Galaxy Raya, Jalan Pramuka, Jalan Ir H Djuanda, dan Pasar Proyek, salah satu aspek smart city dalam penataan parkir yang sebelumnya tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kebocoran PAD Kota Bekasi dalam retribusi parkir.

“Dengan pemberlakukan parkir elektronik ini diharapkan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah dari retribusi parkir,” jelas Erwin.

Retribusi parkir kendaraan selama ini, disebut Erwin, kerap mengalami kebocoran. Penyebabnya karena sejumlah lahan parkir milik pemerintah kerap digarap sejumlah oknum yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan.

“Respon masyarakat cukup baik untuk parkir meter ini, karena membantu menata parkir serta uang parkirnya dapat dikelola pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat Kota Bekasi,” katanya.  (JAR)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.