Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kota Bekasi

Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kota Bekasiby adminon.Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kota BekasiBekasi -Puncak HUT Kota Bekasi Ke – 19 yang digelar di sepanjang jalan Ahmad Yani, fly over Jalan KH Agus Salim sampai Jalan Bulevar Ahmad Yani diikuti seluruh jajaran Muspida, Ormas, Forum Umat Beragama, perwakilan sekolah SMP, SMA/SMK se Kota Bekasi, komunitas seniman. Dalam pawai tersebut banyak pementasan seni yang ditampilkan, diantaranya Sisingaan, Barongsai, Reog, […]

Bekasi -Puncak HUT Kota Bekasi Ke – 19 yang digelar di sepanjang jalan Ahmad Yani, fly over Jalan KH Agus Salim sampai Jalan Bulevar Ahmad Yani diikuti seluruh jajaran Muspida, Ormas, Forum Umat Beragama, perwakilan sekolah SMP, SMA/SMK se Kota Bekasi, komunitas seniman.

Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kota Bekasi

Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kota Bekasi

Dalam pawai tersebut banyak pementasan seni yang ditampilkan, diantaranya Sisingaan, Barongsai, Reog, hingga Tari Kecak dari Bali.

Pawai budaya yang menampilkan budaya nusantara cukup memikat para warga sekitar yang melihat, tahun lalu pakaian yang dikenakan para peserta tak sebanyak tahun ini.

Adapun ribuan peserta yang mengenakan pakaian –  pakaian adat daerah, budaya dari berbagai nusantara ditampilkan pada pawai tersebut. Acara yang berlangsung selama dua jam ini berjalan secara lancar dan meriah.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, pawai budaya tersebut bertujuan untuk mempertontonkan keanekaragaman di Kota Bekasi. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui betapa heterogennya wilayah Kota Bekasi. “Ada agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik dan Budha. Tak hanya itu, di sini juga ada yang mengenakan pakaian suku daerah di Indonesia,”katanya

Tentunya ini sebagai perayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan masyarakat juga turut berpartisipasi. Jangan cuma kotanya yang berkembang, tapi masyarakat juga berkembang. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota sangat diperlukan,” ucap Wali Kota

Pepen sapaan akrabnya meminta, agar masyarakat bisa mengedepankan rasa toleransi, karena wilayah Kota Bekasi diisi oleh berbagai macam etnis. Dia menyebut, dari 2,4 juta penduduk di Kota Bekasi, setidaknya 33 persen berasal dari etnis Jawa. Sementara suku Betawi asal Bekasi hanya tersisa 28 persen dan suku Sunda berjumlah 18 persen.

Ini menunjukkan bahwa Kota Bekasi multietnis dan heterogen. Dimana banyak hak – hak masyarakat yang harus kita perjuangkan bersama. Ini yang harus disadari betul

“Masyarakat Kota Bekasi harus mewujudkan kerukunan hidup agar tercipta persatuan dan kesatuan, sehingga visi dan misi Kota Bekasi, yakni maju sejahtera dan ihsan bisa terus terwujud,” tuturnya.(JAR)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.