PDAM TIRTA PATRIOT Tak Penuhi Target PAD Kota Bekasi

PDAM TIRTA PATRIOT Tak Penuhi Target PAD Kota Bekasiby adminon.PDAM TIRTA PATRIOT Tak Penuhi Target PAD Kota BekasiBekasi – Komisi C DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak ke BUMD milik Pemerintah Kota Bekasi yakni PDAM TIRTA PATRIOT yang tidak mencapai target PAD di triwulan akhir 2014. Berdasarkan informasi yang dapat, PDAM Tirta Patriot dari total target PAD Rp 933.400.700. Namun, hingga kini baru tercapai Rp 28.332.912 atau sekitar 3,04 persen. Dalam sidaknya […]

Bekasi – Komisi C DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak ke BUMD milik Pemerintah Kota Bekasi yakni PDAM TIRTA PATRIOT yang tidak mencapai target PAD di triwulan akhir 2014.

PDAM TIRTA PATRIOT Tak Penuhi Target PAD Kota Bekasi

PDAM TIRTA PATRIOT Tak Penuhi Target PAD Kota Bekasi

Berdasarkan informasi yang dapat, PDAM Tirta Patriot dari total target PAD Rp 933.400.700. Namun, hingga kini baru tercapai Rp 28.332.912 atau sekitar 3,04 persen.

Dalam sidaknya komisi C DPRD kota Bekasi PDAM Tirta Patriot mengaku segera membuat sodetan di Kalimalang sebagai antisipasi kembali terjadinya pencemaran di Kali Bekasi.

“Untuk menyelamatkan sumber air baku bagi PDAM Tirta Patriot, hanya dengan membuat sodetan di Kalimalang.” kata Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi Tubagus Hendy Irawan kepada Wartawan, Rabu (8/10).
Dikatakan, sodetan itu akan dibuat di dekat persimpangan jalan Mayor Hasibuan dengan di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan rumah makan Palanta, jalan Mayor Hasibuan.

” Sodetan akan dibuat di bagian yang lebih rendah dari jembatan Hasibuan. Air akan mengalir dari sodetan ke saluran air yang ada di belakang kantor Kementerian Agama terus masuk ke PDAM Tirta Patriot” jelas Hendy.

Sodetan dipilih di lokasi tersebut dengan pertimbangan kualitas air yang berasal dari Tarum Barat masih lebih baik dibandingkan dengan air dari Kali Bekasi. Karena air dari kali Bekasi telah tercemar berbagai zat berbahaya. Apalagi belum lama ini air kali Bekasi terjadi pencemaran yang serius.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Kali Bekasi telah tercemar kandungan berbagai zat berbahaya seperti mangan, zat besi, seng, nitrit, nitrat, tembaga, COD, dan mercury, yang sudah di atas ambang batas.

“Tingkat pencemaran sudah dalam taraf membahayakan, sehingga kami menghentikan produksi dan tak berani mengambil risiko. Kecuali jika pencemaran dalam batas wajar, masih bisa kami produksi meskipun memakan biaya pengolahan yang lebih tinggi,” katanya.

Pembuatan sodetan tersebut sudah disetujui Pemkot Bekasi dan dianggarkan pada 2015. Penyodetan akan dilakukan tahun depan. “Saya berharap penyodetan bisa berjalan lancar agar sumber air baku PDAM terjamin kualitasnya.” harapnya.

Kasus pencemaran yang terjadi belum lama ini diserahkan penanganannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena Kali Bekasi yang bersumber dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi, berada di dua wilayah. Untuk memudahkan kordinasi, penangannya melibatkan lintas daerah yang dikordinir Pemprov Jabar.

“Sudah kami laporkan ke Perusahaan Umum Jasa Tirta II selaku penanggung jawab pengelolaan air minum. Kami juga masih menunggu hasil investigasi BPLH Kota Bekasi dan BPLH Jabar,” katanya.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, telah melayangkan surat teguran kepada bupati Bogor untuk menindak pengusaha yang membuang limbahnya ke kali Cikeas yang bermuara ke kali Bekasi.

” Kita sudah melayangkan surat ke pimpinan daerahnya agar di berikan teguran dan sanksi kepada perusahaan yang membuang limbah ke sungai.” terangnya.(DRA)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.