Pedagang Pasar Baru Keluhkan Sampah, UPTD Tak Ada Tanggapan

Pedagang Pasar Baru Keluhkan Sampah, UPTD Tak Ada Tanggapanby adminon.Pedagang Pasar Baru Keluhkan Sampah, UPTD Tak Ada TanggapanBekasi -Tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat serta rawan menimbulkan berbagai penyakit dikeluhkan oleh para pedagang Pasar Baru Bekasi Kecamatan Bekasi Timur. Tumpukan sampah hampir terlihat disetiap pojokan kompleks pasar tersebut. Hal ini terjadi karena di pasar ini tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang mencukupi dan memadai. “Kalau hujan, sampah busuk bercampur belatung memadati lapak […]

Bekasi -Tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat serta rawan menimbulkan berbagai penyakit dikeluhkan oleh para pedagang Pasar Baru Bekasi Kecamatan Bekasi Timur.

Pedagang Pasar Baru Keluhkan Sampah, UPTD Tak Ada Tanggapan

Pedagang Pasar Baru Keluhkan Sampah, UPTD Tak Ada Tanggapan

Tumpukan sampah hampir terlihat disetiap pojokan kompleks pasar tersebut. Hal ini terjadi karena di pasar ini tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang mencukupi dan memadai.

“Kalau hujan, sampah busuk bercampur belatung memadati lapak kami. Sampah yang ada sudah seperti gunung bahkan melebihi tinggi orang dewasa. Hal ini rawan menimbulkan penyakit,” kata Udin (45) salah seorang pedagang Pasar Baru Bekasi, Minggu (29/6).

Menurut Udin, tumpukan sampah yang tak pernah diurus ini sudah berhari-hari dibiarkan begitu saja. Meski petugas kebersihan melakukan pengangkutan, hal itu belum sebanding dengan produksi sampah yang dihasilkan setiap hari. Sehingga meski tiap hari diangkut, sampah tetap saja menggunung.

Bahkan akibat masalah ini, sekitar 10 pedagang sayur di pasar itu terpaksa gulung tikar karena lokasinya berdekatan dengan gunungan sampah.

“Para pembeli juga enggak mau datang ke lapak sayur yang bau dan banyak sampahnya. Ya akhirnya para pemilik lapak ini memilih tutup saja, daripada jualan tapi enggak ada yang beli,” ujarnya.

Sebenarnya, dia dan para pemilik lapak di pasar tersebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Bekasi. Namun hingga saat ini tidak pernah ditanggapi.

Hal senada dikatakan Tatang (40), pedagang lainnya. Menurut dia, gunungan sampah di depan lapaknya menyebabkan sepi pembeli. Padahal meski sepi pembeli, setiap hari dia dan pedagang lainnya tetap dipungut retribusi.

“Boro-boro ada yang mau beli, datang ke sini saja pembeli tidak akan mau karena bau sampah,” katanya.(DRA)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.