Persulit Pembangunan Masjid, Walikota Bekasi Tegur Pengembang Perumahan

Persulit Pembangunan Masjid, Walikota Bekasi Tegur Pengembang Perumahanby adminon.Persulit Pembangunan Masjid, Walikota Bekasi Tegur Pengembang PerumahanBekasi  – Didampingi Kepala Dinas PUPR dan Camat Pondol Melati, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mendatangi lokasi pembangunan Masjid Al-Ahdhar yang berlokasi dilingkungan Perumahan Green Park, tepatnya di Jalan Boulevard Blok B3, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi menegaskan, Pemerintah tidak akan mentelolerir pengembang yang mempersulit proses penggunaan fasos fasum untuk rumah ibadah […]

Bekasi  – Didampingi Kepala Dinas PUPR dan Camat Pondol Melati, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mendatangi lokasi pembangunan Masjid Al-Ahdhar yang berlokasi dilingkungan Perumahan Green Park, tepatnya di Jalan Boulevard Blok B3, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Persulit Pembangunan Masjid, Walikota Bekasi Tegur Pengembang Perumahan

Wali Kota Bekasi menegaskan, Pemerintah tidak akan mentelolerir pengembang yang mempersulit proses penggunaan fasos fasum untuk rumah ibadah (masjid).

“Pengembang tidak boleh main-main, fasos fasum itu adalah hak pemerintah untuk penggunaannya, tujuh tahun warga sekitar dambakan adanya masjid di lokasi ini. Secara administrasi sudah dilakukan warga. Bahkan, semua surat-surat dan berkas perizinan sudah tersedia. Mulai dari site plan (izin rencana tapak) sampai dengan SK pendirian masjid sudah dikeluarkan oleh Wali Kota Bekasi. Jadi, kenapa pengembang mempersulit lagi. Apalagi lahan fasos fasum ini akan digunakan untuk masjid. Jelas saya akan murka, Saya tidak main-main bila ada pengembang yang menghalang-halangi pembangunan Masjid, sebab ini hak pemerintah yang menentukan,” tegas Rahmat Effendi, Jumat (31/3).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Pepen ini menyebut, telah menetapkan lahan fasos fasum tersebut untuk dibangun masjid Al Ahdar setahun yang lalu, jadi tidak ada lagi bahasa pengembang tidak korporatif.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, bahwa sebelumnya siteplan awal sudah ditentukan luasan dan lokasi nya, namun pihak pengembang mengajukan surat keberatan kepada Wali Kota Bekasi lantaran sebagian lahan ada milik pengembang.

“Sesuai arahan Wali Kota, kita akan ukur ulang lahan tersebut. Sebab pembangunan Masjid sudah 30 persen. itu bisa diteruskan pelaksanaanya oleh pihak DKM Masjid Al-Ahdhar,” ucap Tri.

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.