Perusahaan Berkedok Outsourching Digeruduk Pencaker

Perusahaan Berkedok Outsourching Digeruduk Pencakerby adminon.Perusahaan Berkedok Outsourching Digeruduk PencakerTAMBUN SELATAN – Belasan perwakilan keluarga dari para pencari kerja menggeruduk PT Tirta Bangun Perkasa yang disinyalir berkedok Outsourching, terletak di Ruko Grand Kalimalang, Blok 8A-G, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, agar uang biaya administrasi untuk dimasukkan kerja ke perusahaan dapat dikembalikan. Pasalnya, para pencari kerja merasa ditipu yang sudah berlangsung 4 bulan lebih, belum […]

TAMBUN SELATAN – Belasan perwakilan keluarga dari para pencari kerja menggeruduk PT Tirta Bangun Perkasa yang disinyalir berkedok Outsourching, terletak di Ruko Grand Kalimalang, Blok 8A-G, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, agar uang biaya administrasi untuk dimasukkan kerja ke perusahaan dapat dikembalikan.

Perusahaan Berkedok Outsourching Digeruduk Pencaker

Perusahaan Berkedok Outsourching Digeruduk Pencaker

Pasalnya, para pencari kerja merasa ditipu yang sudah berlangsung 4 bulan lebih, belum mendapatkan pekerjaan. Disadari ada dugaan penipuan dibalik tingginya minat pencari kerja di PT tersebut masih banyak yang terkatung-katung.

“Bukan hanya dijanjikan oleh pihak perusahaan untuk disalurkan tenaga kerja, tapi hingga sekarang belum juga ada kepastian bekerja,” ujar salah satu orangtua pencari kerja, Siregar kepada Celoteh Anak Bekasi, Kamis (31/3) kemarin.

“Saya datang kesini, cuma mau tagih uang saya yang anak saya sudah berikan ke perusahaan. Karena, cuma dijanjikan doang. Udah empat bulan lebih,” tambahnya.

Ia mengatakan, telah menjadi anggota yang siap disalurkan ke perusahaan besar sejak 12 Desember 2015 lalu. Dengan membayar segala administrasi hingga lebih dari Rp. 3 Juta. “Anak saya tau PT Tirta Bangun Perkasa saat lagi mencari lowongan pekerjaan. Di Facebook kebetulan lowongan. Lalu anak saya melamar ke sini,” tuturnya.

Setelah mendaftar, ia mengikuti beberapa tes cek body harus bayar ratusan ribu sebagai persyaratan, untuk penempatan di perusahaan besar di salah satu beberapa kawasan perusahaan besar di Kabupaten Bekasi. “Saya cek body dan uang yang sudah saya bayarkan hanya modus,” cetusnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah (LP3D) Bekasi yang mendampingi para pencari kerja yang diduga menjadi modus penipuan, sempat mengamuk di kantor PT Tirta Bangun Perkasa. Lantaran pihak perusahaan tidak sesuai dengan perjanjian.

“Sebelumnya kami sudah (audensi) berkata baik-baik, agar perusahaan dapat mengembalikan uang yang diduga menjadi korban pihak perusahaan,” ujarnya saat dilokasi.

“Tetapi perusahaan menantang untuk kami geruduk, mengumpulkan para korban. Karena korban salah satunya warga Jatimulya, dan biaya buat ke perusahaan boleh minjam sama tetangga,” ucap Jonly dengan nada tinggi.

Perlu diketahui, saat awak media ingin melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan. Pihak perusahaan lebih memilih bungkam. Lantaran, uang keluarga pelamar kerja yang menggeruduk perusahaan sudah dikembalikan oleh pihak perusahaan.

Apalagi, dari data absen para pencaker yang dilihat  sudah ratusan pelamar yang melamar ke PT Tirta Bangun Perkasa semenjak dari Desember 2015 lalu. (Jar/gun)

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.