Proyek Kementerian PU Senilai Rp.19 Miliar di Bekasi, Diduga Tidak Sesuai Spek

Proyek Kementerian PU Senilai Rp.19 Miliar di Bekasi, Diduga Tidak Sesuai Spekby adminon.Proyek Kementerian PU Senilai Rp.19 Miliar di Bekasi, Diduga Tidak Sesuai SpekBekasi – Proyek senilai Rp.19 Miliar peningkatan kualitas permukiman kompleks PU di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantargebang mendapat sorotan warga. Pasalnya, warga menduga proyek yang didanai oleh APBN TA 2017 yang dimenangkan PT Runggu Prima Jaya ini, disinyalir tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan. Warga pun sempat mengkomplain pekerjaan yang sedang berjalan lantaran pelaksanaan […]

Bekasi – Proyek senilai Rp.19 Miliar peningkatan kualitas permukiman kompleks PU di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantargebang mendapat sorotan warga.

Proyek Kementerian PU Senilai Rp.19 Miliar di Bekasi, Diduga Tidak Sesuai Spek

Proyek Kementerian PU Senilai Rp.19 Miliar di Bekasi, Diduga Tidak Sesuai Spek

Pasalnya, warga menduga proyek yang didanai oleh APBN TA 2017 yang dimenangkan PT Runggu Prima Jaya ini, disinyalir tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan.

Warga pun sempat mengkomplain pekerjaan yang sedang berjalan lantaran pelaksanaan dilapangan disinyalir tidak sesuai RAB. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana.

Tidak itu saja, warga juga menduga kalau proyek tersebut dikerjakan asal jadi.”Proyek ini kami duga banyak yang tidak sesuai dengan speknya, kalau tidak percaya bisa saja dilihat langsung,” kata salah seorang warga Perum PU yang enggan mau namanya disebutkan kepada wartawan, Selasa (26/7)

Menurutnya, spek yang tidak sesuai diantaranya, dinding drainase masih menggunakan batu kali bekas dan seharusnya menggunakan yudit.

”Kalau dikerjakan asal-asalan pastinya proyek ini tidak bertahan lama. Dan yang dirugikan tentunya warga kita sendiri.” katanya.

Warga meminta agar kontraktor lebih tranparan mengenai pekerjaan maupun anggarannya. sehingga pembangunan di daerah kami ini benar-benar dikerjakan dengan baik. Jangan hanya mencari untung semata tanpa melihat kualitas.

“Saya meminta Kementerian PU untuk turun kelapangan melakukan pengecekan langsung proyek tersebut,” pinta warga RW 07 tersebut

Sementara, pelaksana PT Runggu Prima Jaya, ketika dikonfirmasi terkait tudingan warga yang harusnya memakai yudit, namun, pelaksanaannya menggunakan batu kali bekas, Aldo mengaku telah menerima informasi tersebut.

“Kalau ada pertanyaan seperti itu, bukan koridor saya. Saya hanya pelaksana dan hanya dikasih tugas ini, tugas itu. Tapi kalau soal kegitan, saya akan jelaskan, Ya ayo, tidak ada yang saya tutup – tutupi,” katanya kepada TEROPONG.com sebelumnya.

Terkait ada warga yang bertanya seperti apa perencanaan dengan pelaksanaannya yang berbeda, kata Aldo itu konteks yang berbeda. Dimana perencanaan sendiri mempunyai beberapa versi. Karena owner sendiri lah yang mempertimbangkan, mana yang cocok diterapkan dilapangan.

“Mohon maaf, ketika ada pertanyaan seperti itu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawabnya. Karena pertimbangannya selalu ada di owner,” kelit Aldo

Ketika disinggung prihal nilai pagu anggaran proyek yang tidak dicamtumkan di papan proyek, Aldo mengaku bahwa itu hanya drat yang diberikan oleh Kementerian PU.”Plang itu cuma contoh draf dari Kementerian,” pungkasnya lagi.

Saat ditanyakan lagi apakah pagu anggaran yang tidak tercantum menyalahi atau tidak, Aldo enggan mau untuk menjawabnya.

Witoyo selaku pengawas dari Kementerian PU saat dimintai tanggapan tentang tidak tercantumnya nilai pagu anggaran, mengaku tidak pernah memperhatikannya.

Bahkan, kata dia papan proyek tersebut hanya format yang diberikan oleh Kementerian PU. “Saya tidak perhatikan pak. Sebab saya hanya konsen pada pekerjaan saya saja, Tapi, nanti saya akan sarankan ke kontraktor,” ujar Witoyo.

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.