Salah Tangkap, Kapolresta Menyayangkan Pernyataan LBH Dianggap Prematur

Salah Tangkap, Kapolresta Menyayangkan Pernyataan LBH Dianggap Prematurby adminon.Salah Tangkap, Kapolresta Menyayangkan Pernyataan LBH Dianggap PrematurBekasi – Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap pemuda yang diduga menjadi korban salah tangkap pihak Kepolisian Polresta Bekasi. Padahal beberapa saksi yang dihadirkan dalam sejumlah persidangan yang dilakukan sebelumnya memberi keterangan bahwa pemuda bernama Didit Adi Priyatno (27) bukanlah pelakunya. Bahkan, keluarga korban Yosafat (19) yang dituduh polisi dibunuh oleh pemuda ini mengakui bukan […]

Bekasi – Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap pemuda yang diduga menjadi korban salah tangkap pihak Kepolisian Polresta Bekasi. Padahal beberapa saksi yang dihadirkan dalam sejumlah persidangan yang dilakukan sebelumnya memberi keterangan bahwa pemuda bernama Didit Adi Priyatno (27) bukanlah pelakunya. Bahkan, keluarga korban Yosafat (19) yang dituduh polisi dibunuh oleh pemuda ini mengakui bukan dia pelakunya melainkan ada orang lain bernama Acil yang sampai saat ini masih berkeliaran.

Salah Tangkap, Kapolresta Menyayangkan Pernyataan LBH Dianggap Prematur

Salah Tangkap, Kapolresta Menyayangkan Pernyataan LBH Dianggap Prematur

Keluarga korban yang juga hadir dalam persidangan, Rabu (6/1) tadi sampai tak dapat membendung tangis dan suasana haru pecah saat hakim membacakan vonis terhadap pemuda malang tersebut.

“Bukan dia (Didit) pembunuh anak saya. Yang membunuhnya si Acil dan dia masih berkeliaran di luar,” kata Ratna Juwita Simangunsong (50), ibunda Yosafat, di ruang sidang.

Sementara Darni (57) ibunda pemuda yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan dalam tawuran yang terjadi Juni 2015 lalu, menjerit histeris dan terduduk lemah di lantai ruang sidang.

“Anak saya korban salah tangkap aparat penegak hukum. Dia tidak bersalah, bukan dia pembunuhnya,” teriak Darni seraya di angkat pihak keluarga kembali duduk di bangku ruang sidang.

Saat Konfersnya, Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona membantah bahwa pihaknya salah tangkap terkait kasus pembunuhan yang berawal dari tawuran antar warga Margahayu dan Rawa Semut, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada 21 Juni 2015 lalu.

Daniel menegaskan, pihaknya sudah bekerja secara profesional berdasarkan bukti yang ada. Hasilnya pun dibuktikan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Bekasi pada Rabu (6/1) yang menyatakan terdakwa Didit Adi Priyatno (27 tahun) bersalah dan divonis hukuman lima tahun penjara.

“Kami tidak salah tangkap, itu dibuktikan dipengadilan oleh majelis hakim yang menyatakan terdakwa bersalah,” tegas Daniel.
Kami tidak salah tangkap, itu dibuktikan dipengadilan oleh majelis hakim yang menyatakan terdakwa secara sah salah,” kata Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona di Mapolresta Bekasi Kota saat konfers kepada wartawan, Rabu (6/1).

Putusan hakim tersebut pun membuat kedua keluarga baik korban maupun terdakwa histeris marah. Mereka tidak terima lantaran mereka meyakini pelaku yang membunuh Yosafat Hutabarat (19 tahun) dalam insiden yang terjadi usai tawuran tersebut bukanlah Didit. Kedua keluarga pun menuding aparat penegak hukum salah tangkap.

Menurut Daniel, saksi-saksi yang dihadirkan dalam penyelidikan adalah saksi yang saat kejadian melihat dan mendengar insiden di lokasi tersebut. Bukan saksi yang memberikan keterangan berdasarkan asumsi dan ‘katanya’.

“Kalau ibu korban beranggapan yang bersalah orang lain itu adalah asumsi yang ia dengar dari orang-orang disekitarnya. Jadi tidak bisa kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Daniel pun meyayangkan pernyataan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyatakan Didit tidak bersalah. Pernyataan tersebut dianggap Daniel prematur karena dikeluarkan sebelum vonis dijatuhkan.

“Sebagai orang hukum harusnya tahu mereka bukan hakim. Jadi jangan mendahului keputusan hakim. Proses masih berjalan tapi sudah bilang salah tangkap. Proses sudah di pengadilan tapi pelaku minta dibebaskan,” katanya ( Nort)

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.