Sebuah Harapan Demang Di Momentum Hut Kota Bekasi Ke 17

Sebuah Harapan Demang Di Momentum Hut Kota Bekasi Ke 17by adminon.Sebuah Harapan Demang Di Momentum Hut Kota Bekasi Ke 17Bekasi – momentum Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-17, Dimana keberhasilan pembagunan di Kota Bekasi seperti stadion bekasi, kantor 10 lantai, 8 lantai pengembangan RSUD, pintu keluar tol bekasi barat 3, 12 tahun pendidikan gratis, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Begitu pula Kademangan BKM, Kecamatan Bekasi Selatan Badan Kekeluargaan […]

Bekasi – momentum Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-17, Dimana keberhasilan pembagunan di Kota Bekasi seperti stadion bekasi, kantor 10 lantai, 8 lantai pengembangan RSUD, pintu keluar tol bekasi barat 3, 12 tahun pendidikan gratis, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Sebuah Harapan Demang Di Momentum Hut Kota Bekasi Ke 17

Sebuah Harapan Demang Di Momentum Hut Kota Bekasi Ke 17

Begitu pula Kademangan BKM, Kecamatan Bekasi Selatan Badan Kekeluargaan Masyarakat  Kota Bekasi, Sarmili.Sos,M.si menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-17  dengan menghasilkan sejumlah harapan. Di antaranya, Ketum BKM-KB diharapkan lebih memperhatikan dan lebih bijaksana kepada para demang.

“ Dengan momentum (HUT) Kota Bekasi ke-17 , saya berharap Bapak Rahmat Effendi. Selaku Walikota Bekasi juga (Ketum) Badan Kekeluargaan Masyarakat  Kota Bekasi (BKM-KB) periode 2013-2018, Rahmat Effendi, Untuk harapan ke depannya, keberadaan organisasi ini supaya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di Kota Bekasi dan sekitarnya,” terang Samili.

menurut Samili, Ketum BKM_KB ini harus lebih memerhatikan semua demang, khususnya demang yang ada di Bekasi Selatan, agar peran sertanya bisa bermanfaat untuk masyarakat. “Saya hanya berharap, bawalah para demang ini untuk berkiprah agar bisa membantu dan meringankan tugas ketum. Kita punya tujuan yang sama  untuk memajukan kota Bekasi,” ujarnya.

Peran demang, lanjut Samili, seperti camat yang ada di setiap kecamatan. “Jadi, dengan adanya organisasi ini tentunya akan lebih mengangkat semua budaya asli Bekasi, seperti bahasa, makanan, akar kelapa, sayur gabus pucung, tarian, serta pencak silat. Semua harus dilestarikan oleh BKM-KB,” jelasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.