Tensi Pilkada Kota Bekasi 2018 Mulai Memanas, M2 Calon Tunggal PDI Perjuangan Jadi Pesaing Petahana

Tensi Pilkada Kota Bekasi 2018 Mulai Memanas, M2 Calon Tunggal PDI Perjuangan Jadi Pesaing Petahanaby adminon.Tensi Pilkada Kota Bekasi 2018 Mulai Memanas, M2 Calon Tunggal PDI Perjuangan Jadi Pesaing PetahanaBekasi – Aroma Pilkada Kota Bekasi tahun 2018 sudah mulai terasa. Beberapa bulan ini ada anggapan di sebagian kalangan masyarakat, bahwa Pilkada Kota Bekasi 2018 tensinya tak sepanas saat pergelaran Pilkada Kota Bekasi pada tahun 2013. Ini terbukti dengan tampilnya Mochtar Mohamad untuk maju sebagai Calon Wali Kota Bekasi guna menandingi kekuatan Petahana. Hal itu […]

Bekasi – Aroma Pilkada Kota Bekasi tahun 2018 sudah mulai terasa. Beberapa bulan ini ada anggapan di sebagian kalangan masyarakat, bahwa Pilkada Kota Bekasi 2018 tensinya tak sepanas saat pergelaran Pilkada Kota Bekasi pada tahun 2013.

Ini terbukti dengan tampilnya Mochtar Mohamad untuk maju sebagai Calon Wali Kota Bekasi guna menandingi kekuatan Petahana. Hal itu dikatakan oleh Ketua Bapillu PDI Perjuangan Nico Godjang di kantor DPC PDI Perjuangan.

keputusan mengusulkan Mochtar menjadi calon tunggal berangkat dari kenyataan bahwa hanya Mochtar Mohamad satu-satunya kandidat partai yang mewakili selururuh proses konsolidasi politik Pilkada.

Hal itu juga dikatakan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Nico Demus Godjang mengatakan, keputusan mengusulkan Mochtar Mohamad berangkat dari survey yang dilakukan oleh partai.

Menurutnya, dari empat orang kandidat yang mengikuti penjaringan Pilkada yakni Anim Imamudin selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Lilik Hariyoso, Anggota DPRD Kota Bekasi, Engkus Prihatin, kandidat eksternal dan Mochtar Mohamad, hanya Mochtar yang surveynya bersaing dengan kandidat petahana, Rahmat Effendi.

“Jadi hasil surveynya cuma Pak Mochtar Mohamad yang bersaing dengan petahana. Jadi untuk yang lain mohon pengertiannya. Ini bicara data,” terang Nico Godjang.

Nico juga menegaskan dengan keputusan yang diambil, maka Mochtar mendapat tugas untuk membangun koalisi.

“Kalau bisa kita bikin head to head. Kalau head to head kita pasti menang,” tegas Nico.

Menanggapi keputusan partai, Mochtar Mohamad mengatakan, menyerahkan keputusan soal koalisi ataupun pendamping dirinya di Pilkada ke DPP Partai.

Hanya saja Mochtar mengatakan, hampir semua partai dan sejumah tokoh politik telah berkomunikasi dengan dirinya.

“PAN, PPP, DPPnya sudah ketemu. PKS juga sudah berulang kali ketemuan. Dengan Golkar, Siti Aisyah juga sudah ketemu. Demokrat juga sudah ketemu,” kata dia.

Mochtar juga optimis bisa memenangan Pilkada Kota Bekasi. Hal tersebut berangkat dari kenyataan kalau partainya merupakan partai pemenang legislatif dan pernah menang dalam Pilkada Kota Bekasi 2008.

“Dulu kursi kita di bawah PKS tapi kita bisa menang Pilkada. Jadi saya yakin kita pasti menang,” tandasnya.

menanggapi pertarungan melawan Petahana secara ‘Head to Head’ ditanggapi santai oleh dirinya.

“Kalau saya sih maunya sepasang, kalau saya maunya sepasang. Kata ketua Bapillu ‘Head to Head’ ayo, apalagi kalau sepasang,” jelas M2.(Jar)

Print Friendly, PDF & Email

Author: 

Related Posts

Comments are closed.