“Tuntut Janji Walikota “ Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Pemkot Bekasi

“Tuntut Janji Walikota “ Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Pemkot Bekasiby adminon.“Tuntut Janji Walikota “ Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Pemkot BekasiBekasi – Ratusan guru honorer se Kota Bekasi, unjukrasa ke Kantor Walikota Bekasi, Senin (23/1) pagi. Kedatangan merakan tidak lain dan tidak bukan untuk menuntut  janji  Walikota Bekasi untuk mengangkat guru honorer menjadi TKK. ” dalam aksi damai ini Kami meminta kejelasan Wali Kota  Bekasi, Rahmat Effendi, satu bulan yang lalu berjanji untuk mengangkat kami […]

Bekasi – Ratusan guru honorer se Kota Bekasi, unjukrasa ke Kantor Walikota Bekasi, Senin (23/1) pagi. Kedatangan merakan tidak lain dan tidak bukan untuk menuntut  janji  Walikota Bekasi untuk mengangkat guru honorer menjadi TKK.

” dalam aksi damai ini Kami meminta kejelasan Wali Kota  Bekasi, Rahmat Effendi, satu bulan yang lalu berjanji untuk mengangkat kami menjadi TKK. Tapi sampai hari ini kami tidak dapatkan janji dari bapak itu. Supaya Wali Kota jangan PHP (pemberi harapan palsu). Makanya sekarang kami tuntut,”kata Suryati selaku koordinator aksi demo guru di Bekasi.

Sambung Suryati, “Dan kami terus berjuang sampai kami dapatkan SK untuk kesejahteraan kami, kami juga menuntut diangkat CPNS karna itu adalah hak kami. Kami sudah mengabdi selama 15 sampai 20 tahun, kami mau sampai SK kami diturunkan secepat mungkin,” jelasnya Suryati.

Hal senada juga dikatakan Fira,guru SDN Harapan Jaya ia mengatakan, banyak guru yang sudah belasan tahun mengajar di Kota Bekasi tapi sampai hari ini SK hanya di janjikan saja tanpa ada kejelasan.

” saya berharap kepada Wali Kota Bekasi untuk segera mengeluarkan SK yang menjadi hak kita. Kita bukan maling, kita mencerdaskan kehidupan bangsa tapi kehidupan kita tidak diperhatikan,” kata Fira.

Disaat yang sama Walikota Bekasi Rahmat Effendi  menemui  para pendemo, ia mengatakan,kalau itu real kan ada yang 5, 7, 8 tahun, hanya sekarang komposisinya guru-guru PNS-nya pada kemana. Kalau yang honorer bekerja penuh yang PNS nya kemana saja.

“Saya sudah bertemu dengan mereka dan melakukan pengkajian dan tinggal lihat komposisi rasio pemerataan untuk guru-gurunya. Kalau pemerataan guru di SD ini ada berapa guru PNS, ada berapa guru TKK, setelah PNS dan TKK masih kurang baru ambil yang dari bos (guru honorer),” terangnya.

Rahmat Effendi menambahkan, pembinaan dari dinas terkait sangat lemah UPTD dan Pengawas sangat lemah, ini yang harus terus ditingkatkan kualitasnya sehingga tidak ada lagi korban seperti ini. “Mereka terima guru buat mengajar, tapi secara administratif tidak dipenuhi dan secara kesejahteraan bagi honorer masih jauh dari harapan. Cuma  dengan penghasilan 300, 400, paling tinggi 650 ribu rupiah,” cetus didepan pejabat disdik dan para pendemo.(JAR)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.