Walikota Bekasi Tanggapi Bully Medsos

Walikota Bekasi Tanggapi Bully Medsosby adminon.Walikota Bekasi Tanggapi Bully MedsosBekasi – Beberapa waktu lalu banyaknya sorotan tersebut sempat menjadi trending topic candaan atau bahan “Bully”. Diantaranya bahan kritik mereka seperti kondisi kemacetan, Bekasi yang letaknya jauh dengan Jakarta, Bekasi yang cuacanya panas hingga jalan-jalan rusak. Bentuk keluhan tersebut bahkan juga digambarkan dalam foto-foto yang bersifat candaan. Menurut Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi yang juga […]

Bekasi – Beberapa waktu lalu banyaknya sorotan tersebut sempat menjadi trending topic candaan atau bahan “Bully”. Diantaranya bahan kritik mereka seperti kondisi kemacetan, Bekasi yang letaknya jauh dengan Jakarta, Bekasi yang cuacanya panas hingga jalan-jalan rusak. Bentuk keluhan tersebut bahkan juga digambarkan dalam foto-foto yang bersifat candaan.

Walikota Bekasi Tanggapi Bully Medsos

Walikota Bekasi Tanggapi Bully Medsos

Menurut Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi yang juga putra asli Bekasi ini mengatakan Kota Bekasi belum siap untuk mejadi kota metropolitan, untuk ukuran-ukrannya pun sudah jelas, ukuran jumlah penduduknya, ukuran pembangunan infrastrukturnya. Kata dia, klo kita tidak dapat berpikir maju untuk proses ke kota metropolitan,  kita sudah tidak bisa mengandalkan proses pertanian, peternakan, ditambah lagi kita tidak punya sumbar daya alam (SDA).

“Makannya kita masuk di zona jasa dan perdagangan. Pepen pun mengakui tentang apa yang terkait bully di medsos, Bekasi gersang, Bekasi panas, bahkan sampai Bekasi tidak ada di peta,”katanya

Dengan maraknya pemberitaan serta olok-olokan di medsos Pepen pun berdalih luas Bekasi ini hanya 21 ribu hektare saja. Kata dia, penduduknya 26 juta jiwa, untuk 60 persen itu tingkat menengah keatas, dan 60 persen itu termasuk golongan commuter dari Bekasi-Jakarta. papar Pepen

Rata-rata mereka yang hilir mudik kerja pergi pagi pulang malam, jika mereka tidak dipersiapkan kebutuhannya, pergi ke Bandung-Jakarta, uang itu pasti banyak keluar. Nah disini, pertambahan PAD itu menjadi semakin tidak ada. kata dia

“Sementara APBD sendiri pun menjadi stagnan, untuk Bully yang katanya panas. Kata Pepen, sekarang dimana-dimana juga panas. Terkecuali jika di Jakarta 20 derajat celcius, di Bekasi sendiri suhunya 40 derajat celcius,” ungkap Pepen.

Pepen pun mengakui jika RTH kota Bekasi sendiri masih 13 persen dari yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat yakni 30 persen untuk RTH. Kritis dan olok-olok itu termasuk perbaikan kita untuk kedepan. katanya

Menurutnya banyaknya kritikan yang dilontarkan tersebut menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja pemerintah Kota Bekasi lebih baik dalam pembangunan di beberapa sektor kehidupan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Kita akan terus berupaya menjadikan Kota Bekasi ini menjadi lebih baik. Kita juga akan melanjutkan cita-cita Kota Bekasi yang dituangkan melalui Visi Misi Kota Bekasi peride 2013-2018 untuk membawa masyarakat Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan. Untuk itu peran masyarakat Kota Bekasi dibutuhkan untuk bersama mencapai cita-cita tersebut,” ujarnya,

Terkait perbaikan jalan-jalan di Kota Bekasi yang rusak, pihaknya melalui Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi berupaya melaksanakan perbaikan jalan-jalan. Selain itu Pemkot Bekasi juga melakukan koordinasi yang intens dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan rusak yang menjadi kewenangan mereka. Ia pun menyebutkan tingkatan jalan diantaranya ada jalan kota, jalan provinsi dan jalan negara.

“Kita selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Ada beberapa perbaikan ruas jalan yang menjadi kewenangan mereka. Untuk jalan protokol di Kota Bekasi terus kami perbaiki kerusakannya hingga akhir tahun anggaran 2014,” kata Rahmat Effendi.

Ada juga program pemkot Bekasi diantaranya dialokasikan untuk perbaikan jalan lingkungan seperti melalui Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Masyarakat (P3BK). Program ini sebelumnya dimusyawarahkan perencanaannya pada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang menjadi pelaksana kegiatannya. Dana pembangunan partisipatif yang digelontorkan ditiap kelurahan dan kecamatan ini semata untuk menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Program ini telah tiga tahun berjalan dengan baik yang hasilnya diperoleh kualitas jalan-jalan lingkungan yang baik sebab ada pengawasan langsung masyarakat. Kami memberikan dana hibah ini agar masyarakat peduli dan lebih menjaga fasilitas lingkungan terutama yang mereka kerjakan sendiri,” tambahnya.

Perkembangan pembangunan Kota Bekasi lanjut Pepen, disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031. Menurutnya kegiatan perkotaan yang utama berada pada sektor perdagangan dan jasa dan di Kota Bekasi sangat strategis untuk mengembangan kedua sektor pembangunan tersebut. Maka tak heran banyak investor tertarik berusaha di kota Bekasi.

Menurutnya, pembangunan hotel-hotel, mall dan pusat perbelanjaan lainnya juga akan mampu meningkatkan perekonomian di Kota Bekasi.

“Periode Walikota sebelumnya fokus Kota Bekasi pada sektor perdagangan dan jasa. Periode sekarang pun kita akan terus membangun Kota Bekasi lebih baik, sesuai dengan RT RW Kota Bekasi. Pemkot juga memberikan jaminan regulasi atau kepastian hukum agar investor tersebut mau menanamkan modalnya di Bekasi. Kita lihat pemerintah kota di dunia pun dibantu pemodal,” cetusnya.(DRA)

Print Friendly, PDF & Email

Related Post

Author: 

Related Posts

Comments are closed.