Bila Tak Ada Tindakan Tegas Disdik, SMPN 52 Bakal Dilaporkan ke Inspektorat

Kota Bekasi – Terkait adanya kegiatan SMPN 52 kota Bekasi yang akan mengadakan kegiatan di luar kota Bekasi di daerah Karawang Kamis 20 hingga 21 Oktober 2022 dengan biaya 500 ribu per siswa ditanggapi serius oleh Machfudin Latif Ketua
Aliansi Rakyat Bekasi (ARB)

Apalagi, menurutnya kegiatan tersebut tanpa sepengetahuan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang notabene sebagai leading sektor dan pimpinan mereka.

“Jika ada sekolah yang melakukan kegiatan di luar sekolah tanpa persetujuan dari Dinas pendidikan, ini namanya kegiatan ilegal. Seharusnya kegiatan tersebut harus sepengatahuan dinas pendidikan,” ucap Latif kepada CelotehBekasi, Rabu (19/10/22)

Maka dari itu, dirinya meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi kepada kepala sekolah SMPN 52 Kota Bekasi yang tanpa ijin menyelenggarakan kegiatan diluar sekolah.

Apalagi ungkap Latif, bila dinas pendidikan tidak mengetahui kegiatan tersebut, siapa yang akan bertanggung jawab bila terjadi keadaan yang tidak mengenakkan

“Siapa yang tanggung jawab kalau ada yang kenapa kenapa. Intinya kalau tidak ada tindakan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi terkait kegiatan diluar sekolah. Saya akan melaporkan ini kepada Inspektorat,” tandasnya.

Diketahui siswa kelas 7 SMPN 52 Kota Bekasi yang mengikuti kegiatan luar sekolah di Kostrad Sanggabuana Karawang sebanyak 360 siswa dengan dipungut dari orang tua siswa sebesar 500 ribu dengan rincian biaya Akomodasi 150 ribu, transport 200 ribu,makan 100 ribu dan panitia 45 ribu. (Red)