Dirasa Punya Aib, Kader Golkar Kota Bekasi Minta Ade Puspita  Mundur Dari Ketua DPD

Kota Bekasi – Aib menerpa keluarga besar Partai Golkar Kota Bekasi. Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Bang Pepen, mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi selama 3 periode sekaligus Walikota Bekasi non aktif kini telah di vonis hukum 10 tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus Korupsi dan Gratifikasi.

Salah seorang Kader DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Makmur Hartono mengatakan, tak ayal, status koruptor ini secara langsung berimbas negatif terhadap Partai Golkar. Hal ini diperparah bahwa Kepengurusan DPD Partai Golkar Kota bekasi saat ini di kuasai oleh keluarga Pepen. Jabatan strategis Ketua DPD di pegang oleh Ade Puspitasari yang notabene adalah anak kandungnya (Rahmat Effendi).

“Sedangkan Soleha yang menjabat sebagai Wakil Ketua adalah adiknya, Rusdi dengan Jabatan Wakil Ketua merupakan sepupu dari Rahmat Effendi sedangka Gonyil atau Gunarti Istri dari Rahmat Effendi sebagai Ketua Pengajian Al Hidayah Partai Golkar Kota Bekasi. Dan, banyak kerabat lainnya yang terlibat dalam Kepengurusan Partai Golkar Kota Bekasi. Uri Huriyati selaku Sekretaris DPD juga keluarga (adik) dari terpidana kasus korupsi yang telah di vonis selama 4 tahun 6 bulan,” ungkap Makmur Hartono kepada wartawan, Jum’at (14/10/2022).

Bisa dibayangkan, sambung Makmur Hartono, mau jadi apa Partai Golkar Kota ota Bekasi kalau mereka mayoritas keluarga koruptor masih berkuasa di sana (DPD).

“Perlahan tapi pasti, Golkar akan ditinggal konstituennya. Ditingkat internal Pengurus pun sudah tidak solid. Sudah belasan Pengurus inti menyatakan mundur dari Kepengurusan DPD Golkar Kota Bekasi. Kondisi hari ini harusnya Ade Puspitasari menyadari. Golkar akan hancur kalau Kepengurusan masih di pegang dirinya. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, mundur dari Ketua DPD adalah konsekuensi logis,” tegas Hartono.

Stigma keluarga Koruptor, sambung Makmur Hartono, jangan sampai melekat pada Partai Golkar.

“Ade Puspitasari dan keluarganya harus punya rasa malu. Partai Golkar pasti akan lebih baik kalau tanpa mereka,” pungkasnya.