oleh

Disdik Belum Bisa Berikan Komentar Terkait Bantuan Tablet yang Disinyalir Mengendap

Bekasi – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong kegiatan belajar dan mengajar berbasis digital di Sekolah.

Pemerintah membuat program yang dinamakan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPlah) untuk menunjang kebutuhan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) berupa Tablet bagi Siswa-siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui Biaya Oprasinal Sekolah Afirmasi atau BOS Afirmasi

Di beberapa sekolah di Kota Bekasi, bantuan Tablet SIPlah dari BOS Afirmasi hingga saat ini tidak kunjung diterima oleh murid lantaran disinyalir masih mengendap di Sekolah.

Seperti diungkap Direktur Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh Yahya. Menurut dia, Tablet yang sudah lama dibelanjakan sampai saat ini belum juga disalurkan kepada siswa.

“Alangkah baiknya dipinjamkan kepada siswa kurang mampu untuk PJJ. Pokoknya, belajar anak jangan sampai terabaikan,” tegas Imam, Kamis (26/11/20).

Terkait permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Sekertaris Dinas Pendisikan Kota Bekasi belum memberikan komentar mengenai terkait dugaan mengendapnya unit bantuan Tablet dari program SIPLah dan hanya mengatan segera menyiapkan pembelajaran tatap muka.

“Disdik Kota Bekasi sedang menggodok regulasi baik Perwal, Kepwal, juknis/SOP dan Insyaallah pembelajaran tatap muka di semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang di mulai tanggal 11 januari 2021 bisa terlaksana sesuau dengan regulasi yang berlaku,” terang UU.(jar)

News Feed