oleh

Oknum Lurah Diduga Pegang- Pegang Payudara dan Bokong Praktisi Bilang Harus di Hukum

-Top-525 views

Bekasi – Praktisi Hukum Anggreani Haryani Putri menyayangkan adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) salah satu Lurah di Kota Bekasi yang diduga melakukan pelecehen terhadap penjaga warung kopi.

Ia prihatin dan memastikan masalah hukum harus ditegakkan jika terbukti melakukan kejahatan.”Siapa yang melanggar hukum terlepas ada hubungan PNS bukan PNS selama dia melakukan kejahatan, apapun status judul jabatannya maka harus dihukum dibawa ke ranah hukum sesuai jenis pelanggarannya, apalagi itu statusnya ASN.” Kata Anggreani kepada awak media,(3/2/2021).

Lebih lanjut ia katakan, terkait sanksi, oknum ASN tersebut bisa dicopot dari jabatanya namun dinonaktifkan terlebih dahulu karena yang dilakukan kaitan dengan perbuatan pidana.

“Jangankan untuk aparatur, untuk pegawai swasta saja bisa diberhentikan, apalagi ini sudah ada pengakuan, ada korban, sudah dilaporkan, sudah masuk dalam penyidikan, jadi bisa sanksi administrasi dari pemerintah, ” jelasnya.

Berdasarkan pesan pesan broadcast yang beredar korban mengakatakan kalau oknum lurah RJ telah memegang payu darah dan bokongnya dan meminta oknum lurah tersebut mengakui semua perbuatanya saat keduanya sempat dipertemukan berdebat.

” saya minta bapak bersumpah demi anak dan keluarga, emang itu kenyataanya,maksudnya apa bapak pegang bujur (pantat saya) dan payudarah saya apa itu bukan pelecehan,” kata ER (24) Korban didalam pesan rekaman tersebut.

Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum lurah di Kota Bekasi terungkap. Kasus ini bermula dari adanya laporan seorang perempuan berinisial ER yang merupakan pedagang minuman di dekat kantor kelurahan.

Laporan yang sudah dibuat sejak Jumat 11 Desember 2020, dengan Nomor LP/2784/K/XII/2020/SPKT/ Resort Metro Bekasi Kota kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(jar)

News Feed