Bekasi – Bantuan Provinsi Jawa Barat untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali digulirkan di setiap Kabupaten/Kota. Bantuan Rutilahu sendiri dianggarkan Rp.15 juta per unit. Namun, kenyataan di setiap bantuan, tidak sama dengan apa yang diterima oleh penerima bantuan.

Seperti halnya di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Sebut saja Pak Eko penerima bantuan Rutilahu di RT03/01 ini mengaku hanya mendapatkan Rp.13 juta untuk program bedah rumahnya, kata dia, nominal tersebut keluar dari hasil keputusan bersama pada waktu rapat bersama BKM Perwira beserta Lurah Perwira yang pada waktu itu diwakili oleh Sekretaris Kelurahan Perwira.
“Dari hasil rapat kita diberitahu hanya dapat Rp. 13 juta, Rp.700 buat bayar tukang, Rp.300 buat ongkos dia (BKM). Nah, yang Rp. 12 juta itu buat bangunan,” ucapnya saat berbincang dengan Celoteh Bekasi, Minggu (23/9/2018).
Dirinya pun terpaksa harus rela meminjam uang dari Koperasi Simpan Pinjam untuk membayar biaya kekurangan tukang bangunan sekitar Rp.4 juta. Saat ditanya, jumlah pembelian bahan bangunan yang diterimanya, Pak Eko pun tidak tahu menahu, karena kwitansi pembelian tidak diterimanya.
“Kalau dihitung-hitung bayar tukang saja saya habis Rp. 4 jutaan. Nah, kwitansi dia (BKM,red) yang ngambilin semua, kita ngambil bahan bangunan saja di toko bangunan khusus yang deket Kelurahan,” ujarnya.
Dikatakannya, kwitansi pembelian bahan bangunan langsung dipegang oleh Ketua BKM Perwira, dirinya hanya mengetahui bahan-bahan bangunan yang dikirim oleh toko bangunan. Sedangkan, untuk memastikan jumlah total keseluruhan yang katanya untuk pembelian bahan bangunan mencapai Rp.12 juta, Pak Eko sendiri bingung untuk mengetahuinya.
“Kagak, kagak megang kwitansi, kalau abang mau tau coba cek dach di toko bangunan sana, habis berapa semua biar ketahuan,”
Ditegaskannya, pada tahap pertama sekitar 23 rumah yang mendapat bantuan bedah rumah atau rutilahu, dan setiap penerima kuat dugaan hanya menerima Rp.13 juta sesuai apa yang telah disepakati oleh Ketua BKM dan Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara.
“Itu semua bukan kata gua, emang hasil rapatnya seperti itu, gua mao bilang apa coba,” pungkasnya. (TIM)





