Kota Bekasi Jadi Lokasi Penampungan 903 Eks Gafatar

Bekasi – Kementerian Sosial menjadikan Asrama Haji Kota Bekasi jadi tempat penampungan 903 anggota eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tiba dari Pontianak Kalimantan Barat dengan kawalan ketat dari TNI, Polisi, Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Kota Bekasi Jadi Lokasi Penampungan 903 Eks Gafatar
Kota Bekasi Jadi Lokasi Penampungan 903 Eks Gafatar

Pasca pendataan identitas oleh Kementerian Sosial di Asrama Haji,  menurut  Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Darma, pihaknya telah menyusun sejumlah agenda pembinaan terhadap warganya yang gabung dalam rombongan tersebut.

Saat ini warga Kota Bekasi yang positif pernah bergabung dalam Gafatar sedang kami data. Sementara yang benar-benar positif baru 21 orang,” kata Kepala Dinsos Kota Bekasi Agus Darma di Bekasi kepada Celoteh anak Bekasi Senin, (1/2)

Menurut dia, proses pendataan tersebut diprediksi akan rampung pada Senin (1/2) malam mengingat masih ada sekitar 70 eks anggota Gafatar lainnya dari sejumlah wilayah yang tengah dalam perjalanan dari Bandung menuju Kota Bekasi.

Meski begitu, Agus menyatakan pemerintah berusaha melayani eks anggota Gafatar. Dia melanjutkan, mantan anggota Gafatar juga akan dibimbing oleh ulama setempat MUI dan diajarkan wawasan kebangsaan dari Kesbangpol. Sementara Dinas Sosial bertugas menyediakan kebutuhan sehari-hari.

Terkait anggarannya, Kementerian Sosial menanggung biaya penginapan dan makanan bekas anggota Gafatar sebut Agus.

Agus juga berharap eks anggota Gafatar asal Kota Bekasi untuk kembali ke masyarakat dengan benar untuk melakukan aktifitas biasanya “Saya menyarankan agar mereka kembali lagi ke masyarakat”imbuhnya.

Sementara ditempat terpisah Kepala Bidang PMKS  Dinas Sosial Kota Bekasi, Rita Hartati MM menyebutkan eks gafatar yang dipulangkan merupakan kloter (kelompok terbang) ke tiga yang ditangani oleh dinas sosial kota bekasi “Ini yang ketiga yang ditangani dinas sosial kota bekasi. Kedatangan pertama di Bambu Apus sebanyak 400 orang” katanya

Baca Juga :   Diduga Proyek Rp.19 M PT. RPJ Langgar UU KIP

Untuk saat ini lanjut Rita, data eks Gafatar asal Kota Bekasi ada sekitar 21 orang terdiri dari 5 KK dan mereka berasal dari Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Medan Satria , dan Kecamatatan Jati Asih” tutur Rita

Sedangkan kedatangan eks gafatar kloter ke dua ada sekitar 35 jiwa, terdiri dari 12 KK dan ditampung di Cibubur dan di Asrama Haji Pondok Gede ada sekitar 45 jiwa  terdiri dari 30 orang dewasa dan 15 orang anak – anak.

Asrama Haji dijadikan tempat sementara penampungan anggota eks Gafatar lanjut Rita, karena penampungan dibeberapa tempat seperti Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Asrama Dinsos Cibubur, dan Depok sudah penuh. Hal ini dilakukan agar eks gafatar tidak terlantar dan rencananya akan dipulangkan ke asal mereka masing – masing.

Atas insiden di Kalimantan itu kata Rita, pemerintah akan memberikan pemulihan trauma (trauma healing) kepada anak-anak. Supaya, anak-anak eks Gafatar tetap ceria dan tidak tertekan sepulangnya dari Kalimantan. “Anak-anak akan diberi pemulihan trauma dengan cara pendekatan permainan. Saat ini kita hanya fasilitasi mereka untuk dipulangkan ke keluarga masing – masing dan berkoordianasi ke beberapa instansi terkait karena itu uda tugas Pemerintah” tutur Rita.

Nazwar (39) salah satu mantan anggota Gafatar asal Kepulauan Riau (Kepri) itu mengungkapkan keikutsertaan dirinya dalam organisasi tersebut akibat persoalan ekonomi keluarga yang terbatas.

“Saya ikut organisasi Gafatar ke Kalimantan Barat untuk bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.(JAR/Nort)