BEKASI – Jelang waktu pencoblosan, calon Wali Kota Rahmat Effendi terus diserang lawan politiknya secara membabi buta. Penyerangan itu dilakukan dengan cara memfitnah dan beruansa Sara.

Belum ada pihak yang berani bertanggungjawab atas sejumlah berita hoax tersebut. Sebab, dari dua calon yang berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah, hanya calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terus menerima black campaign.
Saat ditanyai, Rahmat Effendi yang juga putra Bekasi itu mengaku, perbuatan penyebar berita hoax bukanlah tindakan politik sehat. Apalagi tujuannya untuk memecah kesatuan dan persatuan.
“Saya serahkan semua kepada pihak kepolisian sebagai pelindung masyarakat. Karena pemimpin itu merupakan amanat bukan ambisi,” tutupnya dengan sabar.





