Rahmat Effendi Ucapkan Duka untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Bekasi – Korban Tsunami Selat Sunda yang melanda pantai Tanjung Lesung juga banyak warga Kota Bekasi yang menjadi korban. Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjumpai para korban dan merasa prihatin dengan keluarga yang sitingalkan.

Foto : Rahmat Effendi Ucapkan Duka untuk Korban Tsunami Selat Sunda

“Kita sangat prihatin. Di situ ada beberapa warga Bekasi, ada beberapa anggota yang kebetulan dari partai Golkar. Kita ucapkan Bela sungkawa atas peristiwa ini dan beberapa korban yang berasal dari Kota Bekasi sudah sampai di RSUD Kota Bekasi,” Kata Rahmat Effendi saat ditemui awak media pasca Bencana tsunami,Senin(24/12/18).

Rahmat Effendi menjelaskan, kedatangan Partai Golkar ke Pantai Anyer untuk rekonsiliasi sekaligus liburan antar-anggota Partai Golkar di Kelurahan Pejuang.

“Kan kita nggak tahu kalau ada musibah karena itu kuasa Allah. Malah yang tidak bisa berenang (Nurdin) sekarang sudah ada di rumah, sedangkan empat lagi belum ditemukan,” ucapnya.

Dirut RSUD Kota Bekasi melalui Manager On Duty (MOD) RSUD Kota Bekasi Tuti Amaliah memberikan keterangannya terkait jumlah korban yang sudah ditangani oleh RSUD Kota Bekasi. 6 (Enam) korban mendapatkan perawatan sedangkan satu orang sudah kembali ke rumahnya.

“Yang pulang atas permintaan keluarga, sedangkan kondisinya pasien lain sendiri tidak ada yang mengalami kondisi yang parah sejauh ini,” kata Tuti Amaliah, Senin (24/12)

Seperti diinformasikan, korban tsunami dari kota Bekasi yang saat ini ditangani oleh RSUD Kota Bekasi ialah Nurdin 40 tahun warga Kali Abang Kelurahan Pejuang, Medan Satria menderita suspeck patah lengan kanan, Yogi Sanuari 25 tahun warga Kelurahan Pekayon, Bekasi Selatan menderita benturan dada, Anta 24 tahun warga Pekayon hanya menderita luka ringan, Dony Prasetyo 35 tahun warga Pekayon, Bekasi Selatan mengalami trauma benturan sedang Hery 33 thn, patah tulang kaki Pekayon, Safadi 17 th teluk pucung. Satu korban diperbolehkab pulang bernama Kusmana atas kemauan sendiri karena hanya mengalami luka ringan

Baca Juga :   Dianggap Mandul, KAMMI Kota Bekasi  Geruduk Kantor Panwaslu

Sementara itu, Yogi Sanuari (25) salah satu korban selamat menuturkan bahwa tsunami datang secara tiba-tiba saat dirinya tidur. Ia tak menduga bahwa akan ada tsunami mengingat warga sekitar pun tidak panik.

“Jam tujuh malam itu gunung krakatau itu sudah erupsi memang Saya pikir biasa saja karena warga juga nggak ada kepanikan, pas habis itu saya tidur dikamar bertiga, yang lain di depan, nah jam sembilanan ledakan besar, nggak lama ombak datang, yang lain lari duluan, saya dibangunin pas bangun ombak sudah di depan vila,” kata Yogi menuturkan kepada media saat jalani perawatan.

Saat Yogi mencoba menyelamatkan diri, ia terjebak di kamar mandi dan akhirnya dinding kamar mandi jebol dan ia pun terserat ombak hingga beberapa ratus meter dengan berpegangan batang pohon.

Bencana tsunami terjadi di wilayah pantai Selat Sunda, menerjang beberapa pantai yang di antaranya di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada Sabtu Malam sekitar pukul 21:27 WIB.(FJR)

Berita Terkini