Bekasi – Sejumlah Pewarta yang tergabung Jurnalis Bekasi Bersatu berangkat menuju lokasi dampak bencana tsunami selat sunda, Senin, (07/01/18). Dengan mengendarai tiga mobil bantuan operasional dari BPBD Kota Bekasi, Dishub dan Humas Setda Kota, para awak media mebawa satu misi untuk menyalurkan donasi bantuan untuk para korban tsunami selat sunda secara langsung

Dengan membawa sumbangan dari para donatur di Kota Bekasi yang jumlahnya lebih dari seratus juta rupiah ini, para pemburu berita ini menyisir beberapa lokasi yang terdampak bencana di Kecamatan Sumur, seperti desa Ujung Jaya, SD Taman Jaya dan Ujung Kulon
Salah satu yang ikut dalam rombongan, Galih, yang juga awak media online bekasi menceritakan bahwa saat ini sudah banyak warga yang sudah bisa beraktifitas seperti biasanya.
“Namun saat malam, masih ada sebagin warga di wilayah Desa Taman Jaya yang pergi meninggalkan pemukimannya ke dataran yang lebih tinggi akibat rasa khawatir dan trauma,” Tulis Galih.
Sementara di Desa Ujung Jaya, masih ada beberapa keluarga yang menetap di Posko pengungsian. “Rumah mereka sudah rata diterjang ombak tsunami, karena memang lokasi Desa Ujung Jaya ini persis di bibir ujung pantai barat Banten,” jelasnya.
Yang lebih memilukan terdapat kondisi bangunan SD Taman Jaya Ujung Kulon yang posisinya tepat di bibir pantai, hancur lebur akibat bencana dan sampai kini belum tersentuh bantuan.
“Bangunan masih dalam keadaan hancur diterjang tsunami, saat Kami disana anak anak SD masih terlihat ingin menimba ilmu walaupun sekolah mereka rusak,” ulas galih.
Sementara itu, Tonche yang menjadi koordinator tim dari Jurnalis Bekasi Bersatu mengatakan pihaknya sengaja menyalurkan langsung bantuan kepada korban bencana. “Agar lebih tepat sasaran dan kami juga bisa mengetahui langsung kondisi korban saat ini,” katanya. (GL)









