BEKASI – Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL yang merupakan area khusus wanita.
Peristiwa bermula saat rangkaian KRL sedang dalam posisi berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu sinyal aman menuju Stasiun Tambun. Namun, secara mengejutkan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan menghantam bagian ekor KRL dengan keras.
Kekuatan benturan yang besar menyebabkan kepala lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menjebol dinding gerbong paling belakang KRL. Kepanikan luar biasa sempat terjadi di area stasiun karena saat kejadian kondisi gerbong sedang berisi penumpang.
Berdasarkan informasi awal dari pihak kru kabin KA Argo Bromo Anggrek, terdapat indikasi masalah serius pada sistem persinyalan di jalur tersebut.
“Kayaknya sinyalnya ada yang eror. Sinyalnya sudah merah, padahal informasinya harusnya hijau. Di sini (indikator) masih kuning, tidak bisa merah, padahal kecepatan lumayan sekitar 110 km/jam,” ujar salah satu kru KA Jarak Jauh tersebut.
Ia menambahkan bahwa meski indikator di kabin sempat menunjukkan warna kuning, sinyal tiba-tiba berubah menjadi merah secara mendadak. Hal ini tidak memberikan waktu yang cukup bagi masinis untuk melakukan pengereman darurat secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari PT KAI dan KCI masih melakukan proses evakuasi penumpang serta pemindahan rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa, namun sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan syok berat.
Akibat kejadian ini, perjalanan KRL Commuter Line lintas Bekasi-Cikarang lumpuh total. Pihak KAI mengimbau para penumpang untuk menggunakan moda transportasi lain selama proses evakuasi berlangsung.(Hil)





