Penurapan Kali Cipete Pondok Timur Indah Digarap “SILUMAN”

Bekasi – Dalam beberapa waktu terakhir ini, warga Perumahan Pondok Timur Indah, Mustika Jaya, Kota Bekasi terganggu dalam melakukan aktivitas mobilisasi. Hal ini dikarenakan Kali Cipete yang membelah Perumahan Pondok Timur Indah sedang dalam proses revitalisasi.

Sayangnya, proyek besar yang terpaksa harus mengalihkan jalur transportasi warga itu seakan tanpa identitas. Selain tidak ditemukan plang proyek, pagar seng, beberapa item pekerjaan juga menjadi perhatian masyarakat. Mereka juga mengkhawatirkan kualitas dari pekerjaan itu tidak akan optimal.

T. Rustam Purba, Sekjen LSM AKI (Anti Korupsi Indonesia), kepada IPN, Rabu (28/9), mengatakan bahwa semua kegiatan apalagi yang menggunakan anggaran negara, serta prosesnya berdampak langsung dengan aktivitas masyarakat harus jelas identitasnya.

“Tidak semua masyarakat bisa membuka laman LPSE. Dan pemasangan plang proyek menjadi kewajiban semua pelaksana kegiatan. Hal ini untuk menjunjung tinggi transparansi. Bila ada kegiatan tidak memasang papan proyek, maka saya bisa menyebutkan proyek ini dikerjakan oleh siluman, karena tidak ada identitas siapa pelaksana dan penanggungjawabnya. Dari sini saja saya sudah menduga ada sesuatu yang ingin disembunyikan,” kata Purba.

Lebih lanjut Purba menambahkan bahwa melihat kondisi awal ini, dia bersama-sama tim investigasi dari LSM AKI melakukan pemantauan akan proyek ini. Dan dari hasil pemantauan mereka, selain tidak adanya transparansi, banyak item kegiatan yang vital yang ternyata tidak dikerjakan dengan benar. Diantaranya,
Pekerjaan pengerukan tidak sesuai,
Pengeringan hanya dilakukan asal-asalan, Pekerjaan Pengerasan Lantai Kerja tidak ada,Papan cor-an tidak simetris. Ukuran berbeda-beda,
Besi dan jalinan besi untuk tiang dilakukan penyambungan (stek),
Pengecoran dilakukan masih dalam kondisi basah, Tidak ada cakar ayam pada pondasi tiang, dan Posisi tiang diletakkan tidak di tengah.

Baca Juga :   Penyanyi Mega Bintang Gandeng Spiritual Indigo Bagi 5000 Takjil

“Satu catatan penting, bahwa kegiatan ini akan kami observasi lebih lanjut. Karena, bila dalam awal kegiatan saja sudah banyak kejanggalan, saya pastikan keseluruhan kegiatan ini jauh dari kata sempurna,” tutup Purba. (GP/IP2)