Gaji baru menanti! Cek UMK Jawa Barat 2026 di Kota/Kabupaten Anda

Bekasi Terkini, Top1461 Dilihat

Kota Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561.7/Kep.862-Kesra/2025. Keputusan ini berlaku mulai 1 Januari 2026 (Rabu, 24/12/2025).

Dedi menjelaskan, penentuan besaran UMK mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari kepentingan dan kesejahteraan buruh hingga keberlangsungan dunia usaha. Ia menyebut pemerintah mengambil jalan tengah untuk menentukan UMK.

“Kalau dalam pandangan saya ideal, tapi kalau dalam pandangan pengusaha pasti dianggap terlalu mahal. Kalau pandangan pekerja pasti dianggap terlalu murah, kan itu biasa,” ucapnya.

Berdasarkan lampiran keputusan gubernur, Kota Bekasi memiliki UMK paling tinggi di Jawa Barat tahun 2026, yakni Rp 5.999.443, dan daerah yang memiliki UMK paling kecil yaitu Pangandaran.

Berikut daftar UMK 2026 di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar:

1. Kota Bekasi: Rp 5.999.443

2. Kabupaten Bekasi: Rp 5.938.885

3. Kabupaten Karawang: Rp 5.886.853

4. Kota Depok: Rp 5.522.662

5. Kota Bogor: Rp 5.437.203

6. Kabupaten Bogor: Rp 5.161.769

7. Kabupaten Purwakarta: Rp 5.052.856

8. Kota Bandung: Rp 4.737.678

9. Kota Cimahi: Rp 4.090.568

10. Kabupaten Bandung: Rp 3.972.202

11. Kabupaten Bandung Barat: Rp 3.984.711

12. Kabupaten Sumedang: Rp 3.949.856

13. Kabupaten Subang: Rp 3.737.482

14. Kabupaten Sukabumi: Rp 3.831.926

15. Kota Sukabumi: Rp 3.192.807

16. Kabupaten Cianjur: Rp 3.316.191

17. Kota Tasikmalaya: Rp 2.980.336

18. Kabupaten Tasikmalaya: Rp 2.871.874

19. Kabupaten Cirebon: Rp 2.880.798

20. Kota Cirebon: Rp 2.878.646

21. Kabupaten Indramayu: Rp 2.910.254

22. Kabupaten Majalengka: Rp 2.595.368

23. Kabupaten Garut: Rp 2.472.227

24. Kabupaten Ciamis: Rp 2.373.644

25. Kabupaten Kuningan: Rp 2.369.380

26. Kota Banjar: Rp 2.361.241

Baca Juga :   Rahmat Effendi Dinobatkan Jadi Bapak Ojol Kota Bekasi dan Se-Nusantara

27. Kabupaten Pangandaran: Rp 2.351.250

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengharapkan melalui penetapan UMK 2026 dapat memberikan kepastian hukum bagi pekerja dan pengusaha, sekaligus menjaga daya beli masyarakat serta keberlangsungan dunia usaha di daerah. (Hil)