BEKASI – Para atlet pelajar yang tengah bertarung di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA/MA tingkat Kota Bekasi 2026 ternyata tidak hanya mengejar gengsi medali. Sertifikat juara dari kompetisi berjenjang ini tengah dibidik sebagai ‘jalur ninja’ krusial untuk memperkuat portofolio siswa dalam menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur seleksi prestasi.
Persaingan ketat sudah terasa sejak hari pertama di Unisma Bekasi, Senin (11/5/2026). Ratusan atlet dari 57 sekolah memperebutkan tiket menuju tingkat Provinsi Jawa Barat. Bagi para siswa, kemenangan di tingkat kota adalah syarat mutlak untuk melaju sebagai “Duta Bekasi” di level yang lebih tinggi, di mana peluang beasiswa dan akses pendidikan prestasi semakin terbuka lebar.
“Ini baru tahap awal. Pemenang di sini akan mewakili Kota Bekasi ke Jawa Barat. Di level itulah poin prestasi akan semakin tinggi, yang tentunya sangat berharga bagi masa depan akademik mereka,” ujar informasi yang dihimpun dari pihak panitia di lokasi acara.
Berdasarkan petunjuk teknis kegiatan, ajang yang dikoordinasi MGMP PJOK Kota Bekasi ini memang dirancang untuk menjaring talenta terbaik. Prestasi di O2SN secara resmi diakui dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi, sehingga para atlet tampak berjuang habis-habisan demi mengamankan posisi podium.
Panitia penyelenggara menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar adu fisik, melainkan filter penting untuk memastikan wakil Bekasi di tingkat provinsi adalah atlet yang memiliki karakter kuat dan mental juara.
Hingga Rabu (13/5) mendatang, sebanyak lima cabang olahraga utama mulai dari Atletik hingga Pencak Silat akan terus dipertandingkan. Selain di Unisma, laga juga tersebar di Stadion Patriot Candrabhaga hingga SMAI Al-Azhar 4 demi menjaring bibit unggul yang siap tempur di level nasional.(Hil)









