Bongkar Potensi Pesisir! Warga Muara Gembong Sulap Mangrove Jadi Mesin Cuan

BEKASI — Upaya menjaga kelestarian lingkungan kini bisa berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi warga. Hal inilah yang terlihat di kawasan Mangrove Forest Ecotourism Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai hibah Dikti, tim akademisi dari Institut Kesehatan dan Teknologi (IKT) PKP DKI Jakarta bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turun langsung mendampingi warga pesisir. Berkolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) / LMDH Mina Bakti Bersama, para dosen dan mahasiswa melatih puluhan perempuan setempat untuk mengolah tanaman mangrove menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Faisal M. Jasin, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga tanpa merusak alam.

“Kami datang bukan hanya membawa pelatihan, tapi juga peralatan produksi dan pendampingan lanjutan, supaya keterampilan yang didapat warga di sini benar-benar berlanjut jadi usaha,” ujar Dr. Faisal.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LMDH Mina Bakti Bersama Muara Gembong, AAn, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian hutan mangrove.

“Kalau warga bisa dapat penghasilan dari hasil mangrove seperti buah dan daunnya, otomatis mereka juga akan ikut menjaga kelestarian hutan ini,” ungkap AAn.

Berkat pelatihan intensif yang digelar selama dua hari pada 8–9 Agustus 2026 ini, warga berhasil mengolah mangrove menjadi dodol, sirup sari buah pidada, keripik daun mangrove, hingga batik tulis dengan pewarna alami dari kulit dan buah mangrove.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, program ini juga melahirkan kelompok usaha baru bernama Mangrove Forest Ecotourism yang beranggotakan sekitar 20 perempuan pesisir. Kelompok ini kini telah menyiapkan kedai UMKM di kawasan ekowisata setempat sebagai pusat pemasaran produk bagi wisatawan maupun pengunjung dari luar daerah, sekaligus menjadi langkah nyata mendukung program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.(Hil)

Baca Juga :   Fiqih ‘ Tak Punya Uang Sulitnya pengambilan ijazah Sekolah Di Bekasi “