Bekasi – rangka persiapan pelaksanaan Musrembang RKPD tahun 2020, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi membuka Kick Off Meeting RKPD Tahun 2020. Acara dilaksanakan di Aula Nonton Sonthanie, Gd. 10 Lantai kantor Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (03/1/2019)

Acara tersebut dihadiri seluruh para pejabat esselon II, III , camat dan lurah serta para kasubag perencanaan di tiap- tiap OPD.
Kegiatan Kick Off Meeting ini merupakan Rapat awal untuk membahas tentang Rencana Pembangunan Kota Bekasi Tahun 2020.
Dalam laporannya , Kepala Bappeda Kota Bekasi, Dinar Faisal Badar menuturkan, rapat ini bukan hanya untuk memenuhi kewajiban tentang penyelenggaraan evaluasi pembangunan akan tetapi dalam rangka menyamakan persepsi pembangunan tahun 2020.
Sebelum rapat di mulai, dilakukan penandatanganan surat pernyataan kesanggupan pencapaian target PAD tahun anggaran 2019 oleh kepala OPD serta seluruh camat se Kota Bekasi yang disaksikan Oleh walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi yang didampingi pj. Sekda Kota Bekasi melalui kepala Badan Pendapatan Daerah.
Tujuan dari penandatangan surat pernyataan tersebut tak lain untuk pembangunan kota Bekasi yang lebih baik lagi, sehingga program-program pembangunan akan terus berlanjut, perkembangan di semua unsur juga harus bisa mengikuti, yang dimana kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan perlu ditingkatkan lagi.
Sementara itu dalam sambutannya, Walikota Bekasi mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana kota berbasis digital government dirasa sangat pas untuk Kota Bekasi.
“APBD 2019 menjadi modal untuk kita semua melanjutkan program yang sudah ada, agar tidak terjadi program mangkrak. Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan , APBD telah kita sepakati bersama oleh eksekutif dan Legislatif yaitu sekitar Rp 6,3 Trilyun,” jelas Walikota.
Walikota memprioritaskan perencanaan pembangunan tahun 2020 seperti pembahasan usulan dari FKRW, program 100 hari kerja, penanganan isu-isu strategis serta kegiatan lanjutan 2019 yang harus segera terselesaikan.
Diharapkan setiap pembangunan di wilayah harus ada interaksi dengan masyarakat , camat dan lurah, RT dan RW sehingga program yang sudah direncanakan akan sesuai dengan perencanaan yang baik dan benar sehingga pembangunan dapat tepat sasaran bagi masyarakat kota Bekasi.(*)





