Rayakan Hari Ibu, RS Siloam Bekasi Ajak Para Ibu Siapkan Hidup Sehat 

Bekasi Terkini, Top1840 Dilihat

Bekasi – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rumah Sakit Siloam Area Bekasi (RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dan RS Sentosa-Siloam Hospitals Group “SHG”) mengajak para ibu untuk mempersiapkan anak sehat dan cerdas mulai dari kandungan.

Foto : Rayakan Hari Ibu, RS Siloam Bekasi Ajak Para Ibu Siapkan Hidup Sehat

Kegiatan yang dilaksanakan di RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya ini dikemas dalam bentuk media gathering dengan menampilkan 3 pembicara yaitu dr. Mohammad Hasrul, SpOG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sentosa SHG) dr. Natasha Yuwanita SpA (Spesialis Anak RS Siloam Bekasi Timur) dan dr. Hasjim Hasbullah SpIP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Siloam Bekasi Sepenjang Jaya).

Dalam pemaparannya mengenai kehamilan dan Iiutrisi ibu hamil, dr. Mohammad Hasrul, SpOG menjelaskan bahwa ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang penting dilakukan bagi ibu selama masa kehamilan, diantaranya:

“Hematologi lengkap (Hb, Lekosit, Gol darah, Faktor Rhesus), Kadar Glukosa Darah, Virus hepatitis, Serologi, Anti HIV, Urinalisa, Hermon Kehamilan, Virus TORCH,” kata dr. M Hasrul.

Selain itu, pertumbuhan Janin selama masa kehamilan Juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor ibu faktor anak sampai faktor plasenta.

1. Faktor ibu : Tinggi badan, Gizi, Tempat tinggal, Kehamilan ganda, Kelainan uterus.

2. Faktor Anak : Jenis kelamin, kelainan genetis, infeksi intraunterin dan kelainan kongenital

3. Faktor Plasenta : Insuflsiensi plasenta

Bagi ibu hamil, nutrisi yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan janin di dalam kandungan, oleh karena itu perlu diketahui bahwa ibu hamil memerlukan nutrisi sebagai berikut : Kalori 2550 kal/hari. Protein 69 gr/hari. Lemak: sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin, Vitamin : Vitamin A, D, E, K, dan B Komplek. Mineral: Zat besi, Seng, Kalsium, Asam folat, dan Yodium.

Baca Juga :   Rekson Sitorus “Pencapaian Adipura Kota bekasi Perlu Kerjasama semua stakeholder ”

Dalam pemaparannya mengenai pentingnya pemberian imunisasi PCV bagi anak, dr. Natasha Yuwanita, SpA menjelaskan bahwa tujuan pemberian imunasi PCV adalah untuk merangsang pembentukan imunitas atau kekebalan terhadap infeksi kuman Streptococcus Pneumoniae atau kuman Pneumokokus yang dapat menular melalul udara.

Manfaat pemberian pemberian imunisasi PCV adalah untuk memberikan terhadap penyakit invasive Peumococcal Diseases (lPD) yang dapat berupa :

1. Meningitis atau peradangan pada selaput otak, 2. Bakteremia atau infeksi bakteri dalam darah 3. Pneumonia atau peradangan pada paru paru.

Pemberian imunisasi PCV memiliki jadwal yang harus diikuti oleh para ibu mulai dari anak berusia 2 bulan hingga anak berusia 2 tahun :

a. Dosis I sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan b. Dosis II pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan c. Dosis III pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan d. Dosis IV pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 15 bulan atau 2 tahun.

Pemberian imunisasi / vaksin akan memberikan reaksi terhadap tubuh anak, oleh karena itu para ibu tidak perlu khawatir dengan reaksi vaksin setelah anak mendapatkan imunisasi. Beberapa reaksi vaksin yang

akan dialami setelah imunisasi yaitu nafsu makan berkurang, kemerahan dan nyeri pada tempat injeksi, demam ringan dan anak menjadi lebih rewel.

Dalam pemaparannya mengenai Penyakit Jantung Bawaan (PJB), dr. Hasjim Hasbullah, SpJP menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan penyakit structural jantung dan pembuluh darah besar yang sudah ada sejak lahir.

Organ jantung akan mulai terbentuk pada hari ke 15 masa kehamilan, pada masa tersebut jika terjadi gangguan maka struktur jantung menjadi tidak sempurna. Secara epidemiologi penyakit jantung bawaan terjadi pada 7 -8 dari 1000 bayi lahir, 40.000 per tahun dengan 30°o PJB Kompleks dan PJB merupakan penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan.

Baca Juga :   Prelaunch Tera Damai Cluster Astama Hunian Damai diKabupaten Utara Bekasi

Penyebab dari Penyakit Jantung Bawaan diantaranya :

1. Sebagian besar belum diketahui, 2. Faktor genetik, 3. lnfeksizkubella, 4. Obat-obatan, 5. Diabetes, alkohol, mal nutrisi, dan rokok.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dibagi mcnjadi 2 yaitu PJB Asianotik dan PJB Sianotik. Gejala klinis yang dapat dilihat dari 2 jenis PJB ini yaitu :
1.PJB Asianotik, a. Susah atau tampak lelah saat menyusu, atau menyusu sebentar sebentar, b. Berat badan sulit naik atau, c. Infeksi salman napas berulang

2. PJB Sianotik, a. Kebiruan, b. Pertumbuhan/perkembangan, c. Jari tabuh, d. Sesak nafas/ mudah lelah saat aktifltas terlambat, e. Infeksi saluran napas berulang.

Penyakit Jantung Bawaan dapat dideteksi dengan melihat riwayat keluarga, kehamilan dan persalinan. Selain itu, juga dapat dideteksi dari bising jantung dan beberapa tindakan penunjang medis seperti :

1. Rontgen dada, 2. Elektrokardiografi, 3. Ekokardiografi

Tentang RS Siloam Area Bekasi

PT. Siloam International Hospitals.Tbk (Siloam) merupakan jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia yang saat ini mengclola 37 rumah sakit di 24 kota dan melayani lebih dari 2 juta kunjungan & admisi, serta melakukan lebih dari 41.000 operasi per tahun. Dengan total 6.500 kapasitas tempat tidur, Siloam didukung oleh sekitar 2.700 dokter spesialis dan umum serta lebih dari 9.800 perawat dan staf pendukung. Siloam juga mengelola rumah sakit pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi Joint C ommission lntemational (JCl) dan telah meraih beberapa kali penghargaan dari Frost & Sullivan sebagai “Indonesia ’5 Healthcare Service Provider of The Year

Tahun 2017, Siloam telah mengakuisisi 2 Rumah Sakit di wilayah Bekasi yaitu RSU Sentosa Bekasi dan RS. Hosana Medica Rawalumbu. Sehingga di tahun 2017, Siloam memiliki 3 unit Rumah Sakit di Wilayah Kota Bekasi yaitu RS Siloam Bekasi Timur, RS Sentosa SHG dan RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya. Berbagai fasilitas yang dimiliki oleh ketiga unit rumah sakit Siloam diantaranya Ambulance Service, Medical Check Up, ICU, HCU, USG, Farmasi, Radiologi, Rawat Inap, Poliklinik Rawat Jalan, Ruang Operasi, Laboratorium, Hemodialisa, dan Unit Gawat Darurat. (*)